Kampus, Perubahan, dan Proses Menjadi Manusia yang Utuh
“Menjadi kuat bukan berarti tahu segalanya atau tak pernah hancur. Kekuatan adalah kemampuan untuk bangkit lagi.”
“Menjadi kuat bukan berarti tahu segalanya atau tak pernah hancur. Kekuatan adalah kemampuan untuk bangkit lagi.”
Stunting, PKBM, dan Nasib: Selamat Datang di Sirkus Bonus Demografi ala Indonesia
“Kesadaran bukan pelengkap dalam pendidikan, melainkan fondasi; tanpanya, ilmu berubah menjadi alat reproduksi ketundukan.”
“Nilai bisa dicapai, karakter harus dibangun.”
“Sahur itu ibarat sidang kabinet: ada yang serius, ada yang pura-pura dengar, dan ada yang tidur. Lalu saat adzan Maghrib, terjadi kudeta lunak—perut mengambil alih kekuasaan. Jangan-jangan, selama ini kita hanya korban dari konspirasi kolak dan takjil? Kalau begitu, saatnya otak kita kudeta juga: isi dengan ilmu digital, agar lapar ini punya arti.”
Kontroversi libur sekolah 2025 – larangan PR berlebihan sebagai bentuk perlawanan terhadap pendidikan yang terlalu instrumental.
Mark McCrindle, memberikan peta jelas bagaimana budaya dominan dan teknologi yang tersedia pada masa formatif (sekitar 15 tahun pertama) secara mendalam membentuk nilai, perilaku, dan karakter kolektif suatu generasi.
Ketika Pendidikan Lebih Sibuk Menyambung Wi-Fi daripada Menyambung Logika
Menjaga Orisinalitas Intelektual: Tantangan Nalar Kritis di Era Generatif AI.
Dekonstruksi Makna Kemalasan
“Kopi, Literasi, dan Generasi Z: Dari Ngopi Sampai Mikir, Sebuah Trilogi Absurd yang (Mungkin) Bermakna”
“Merawat sastra berarti merawat jiwa bangsa.”
“Sanggar Seni Budaya Kakasi turut melestarikan khazanah Lampung dengan mengikuti kegiatan ‘Menjaga Jejak, Merawat Warisan: Naskah Kuno Lampung Menuju IKON 2025’. Bersama kami, tradisi hidup, warisan abadi.”
Komentar Terbaru