Mengapa Pendidikan Karakter Lebih Penting Daripada Nilai Sempurna?
Salam bahagia dan Salam sejahtera sobat Mina
Tabik pun!
Di sebuah kelas perkuliahan, ada dua mahasiswa yang cukup dikenal dosen: Raka dan Dini. Raka terkenal karena nilainya selalu sempurna. Setiap tugas dia kerjakan tepat waktu, ujian selalu di atas rata-rata, bahkan sering jadi patokan teman-temannya. Sementara Dini, nilainya biasa saja—kadang bagus, kadang juga pas-pasan. Tapi ada satu hal yang bikin dia berbeda: sikapnya.
Suatu hari, dosen memberikan tugas kelompok. Raka langsung mengambil alih semua pekerjaan karena ingin hasilnya maksimal. Tapi tanpa sadar, dia jadi kurang menghargai pendapat anggota lain. Yang penting baginya adalah hasil akhir bagus dan nilainya tinggi. Berbeda dengan Dini, meskipun tidak sepintar Raka secara akademik, dia selalu mengajak teman-temannya berdiskusi, membagi tugas secara adil, dan memastikan semua anggota paham.
“Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai penilaian akhir program studi kesetaraan di PKBM RONAA Metro. Evaluasi komprehensif bagi warga belajar Paket C SMA Kelas XII Tingkat 6, Paket B SMP Kelas IX Tingkat 5, dan Paket A SD Kelas VI Tingkat 2 dalam menyelesaikan jenjang pendidikan non formal.”