
LOMBA VIDEO RAMADHAN 1447 H
Salam sejahtera dan salam bahagia Sobat Mina
Tabik Pun!
LOMBA VIDEO RAMADHAN 1447 H
Sebuah Refleksi Eksistensial di Era Kebodohan Digital
Oleh: SPNF PKBM RONAA Kota Metro
Untuk Warga Belajar yang Masih Percaya pada Kekuatan Ide
Antara Scroll Tak Berujung dan Karya Abadi
Saudara-saudaraku sekalian, para pembelajar sejati yang mungkin saat ini sedang berbaring sambil scroll TikTok tanpa arah. Coba kita renungkan sejenak, dengan filosofi yang agak dalam, sedikit menyakitkan, tapi mudah-mudahan memotivasi. Kita hidup di zaman di mana orang lebih bangga memposting makanan berbuka daripada memikirkan nasib bangsa. Kita hidup di era di mana 1000 kata lebih sering di-scroll daripada dipahami. Dan di tengah gurun pasir digital yang tandus ini, SPNF PKBM RONAA dengan segala kerendahan hati yang palsu, datang membawa oase Lomba Video Ramadhan 1447 H.
Ini bukan sekadar lomba. Ini adalah ajang pembuktian bahwa Anda, ya Anda yang mungkin selama ini hanya jadi penonton di panggung kehidupan, masih memiliki sesuatu yang layak disebut “karya”
Sebuah Proyek Kecil untuk Eksistensi Besar
Bulan Ramadhan bukan cuma soal menahan lapar dan dahaga sampai maghrib. Itu pemahaman level dasar. Ramadhan level advanced adalah tentang bagaimana kita menciptakan makna. Dan makna, dalam dunia yang penuh noise ini, hanya bisa diciptakan lewat karya.
Maka kami mengundang Anda wahai Warga Belajar SPNF PKBM RONAA Kota Metro, untuk berhenti sejenak dari aktivitas rebahan 24 jam, bangun dari tidur lelap ketidakproduktifan, dan ikut serta dalam
“Lomba Video Ramadhan 1447 Hijriyah”
Dipersembahkan oleh mereka yang masih percaya bahwa video pendek bisa mengubah peradaban.
Ritual Administrasi yang Tak Bisa Dihindari
Seperti halnya birokrasi negara kita yang rumit tapi harus dijalani, lomba ini juga punya aturan main. Bukan karena kami suka mempersulit, tapi karena hidup ini memang perlu struktur. seperti agama perlu puasa, seperti negara perlu konstitusi, seperti TikTok perlu algoritma.
Syarat lengkap? Lihat flyer di atas. Jangan minta dijelaskan ulang. Itu namanya malas membaca, dan malas membaca adalah awal dari kebodohan struktural.
Tapi ada satu syarat yang sifatnya eksistensial
Anda harus follow akun-akun Instagram berikut. Ini bukan permintaan. Ini adalah syarat mutlak yang kalau tidak dilakukan, maka karya Anda hanya akan mengambang di dunia maya tanpa pernah sampai ke pangkuan juri:
- 📷 @pkbmronaa.sch.id
- 📷 @tbm.ronaa
- 📷 @tpqronaa.metro
- 📷 @sanggarkakasi
- 📷 @kampungliterasimetro
Bayangkan Anda tidak follow. Maka video Anda akan lewat begitu saja, seperti angin yang tidak pernah kembali, seperti cinta pertama yang tak pernah kesampaian. Tragis.
Karena Waktu Tak Pernah Menunggu Orang Malas
Manusia punya kecenderungan menunda-nunda. Ini penyakit kronis. Untuk mengobatinya, kami buat jadwal yang rigid, seperti jadwal shalat, seperti jadwal buka puasa, seperti jadwal kereta api Jepang :
- Posting Video auto mendaftar : 16 Februari – 3 Maret 2026
(Dua minggu. Bukan dua tahun. Bergeraklah.) - Penilaian: 4 Maret 2026
(Para juri akan duduk, menonton karya Anda, dan menilai sejauh mana Anda memahami sinematografi atau setidaknya, tahu cara memegang kamera dengan benar.) - Pengumuman: 5 Maret 2026
(Hari di mana Anda akan tahu apakah karya Anda layak disebut “video” atau hanya sekadar “rekaman CCTV”.) - Pembagian Hadiah: 6 Maret 2026
(Uang akan berpindah tangan. Secara simbolis, ini adalah redistribusi kekayaan yang paling jujur.)
Kapitalisme Kecil yang Memotivasi
Tentu kita bicara soal uang. Karena tanpa uang, semangat bisa luntur, seperti es teh manis tanpa gula.
- Juara 1: Rp150.000
(Cukup untuk beli paket data 3 bulan dan tetap eksis di medsos.) - Juara 2: Rp100.000
(Cukup untuk traktir gebetan, kalau gebetan Anda masih mau ditraktir dengan uang segitu.) - Juara 3: Rp50.000
(Cukup untuk beli kopi kekinian 4 kali, atau beli nasi padang 5 kali, pilihan bijak ada di tangan Anda.)
Mengapa Ini Penting?
Lihat, saudara-saudaraku. Di bulan Ramadhan ini, kita dilatih menahan diri. Tapi jangan hanya menahan lapar. Tahan juga rasa malas. Tahan juga rasa takut gagal. Tahan juga rasa “ah, saya pasti nggak menang”.
Karena pada akhirnya, lomba ini bukan sekadar soal menang-kalah. Ini soal jejak digital. Seratus tahun lagi, ketika kita semua sudah tiada, video Anda mungkin masih berseliweran di internet. Itu lebih abadi daripada batu nisan.
Jadi, mari kita ciptakan sejarah kecil-kecilan.
Diwajibkan bagi seluruh warga belajar SPNF PKBM Ronaa Metro, posting dan tandai akun sekolah sudah langsung mendaftar. Atau kalau Anda bingung caranya, silahkan datang langsung ke Kampus Ronaa Learning Centre School, nanti bakal dikasih ingfo caranya. Tapi ingat, di sana nanti kami tanya: “Kok baru datang? Apakah Anda menunggu inspirasi turun dari langit seperti hujan di bulan Maret?”
— Panitia yang juga sibuk mikirin nasib pendidikan Indonesia sambil nunggu bedug
Artikel Lainnya :
- Simulasi TKA Kesetaraan Paket A & B di PKBM RonaaTidak ada kata tua untuk belajar, dan tidak ada kata muda untuk berhenti bermimpi. Selamat mengikuti simulasi TKA, warga belajar PKBM Ronaa!
- Bulan Februari, ada apa saja di Kampung Literasi Metro?Ketika sekolah memberi ilmu, dapur memberi gizi, lapangan memberi sehat, dan mushala memberi arah. masyarakat pun belajar utuh.
- PKBM Ronaa Selenggarakan Program Makan Bergizi GratisGizi bukan sekadar isi piring, melainkan fondasi tempat mimpi-mimpi kecil berdiri.
- Langkah Nyata Digitalisasi Pendidikan, Perangkat IFP dan Laptop Dukung Pembelajaran di Satuan Pendidikan Non FormalImplementasi Kebijakan Digitalisasi Pendidikan di Tingkat Akar Rumput.
- Integritas sebagai Fondasi Etis, Membangun Kepercayaan Publik dalam Lembaga Pendidikan Non-Formal.“Pendidikan kesetaraan adalah pintu darurat bagi mereka yang terlempar dari sistem, sebuah pengakuan bahwa jalan menuju pengetahuan haruslah jamak, bukan tunggal.”














