MPLS Ramah 2026 sebagai Praktek Perlawanan Epistemik

Salam sejahtera dan salam bahagia Sobat Mina

Tabik Pun!

Pendidikan, dalam tafsir filsuf kritis, adalah Maieutike Techne – teknik kebidanan untuk mengeluarkan janin pikiran guna menghidupkan harapan. Maka ketika Ronaa Learning School melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ronaa menyelenggarakan Masa Pengenalan Murid Baru (MPLS) yang diagendakan akan dilaksanakan pada 24 – 25 Juli 2026, kita tidak sekadar mengikuti regulasi. Kita melakukan praktek perlawanan epistemik. Kita membuktikan bahwa pendidikan nonformal adalah jalan alternatif mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana para pendiri bangsa belajar secara nonformal dalam berbagai kondisi, bahkan dalam pelarian atau dalam penjara sekalipun.

MPLS Ramah 2026, ketika Regulasi Berpihak pada Kemanusiaan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Regulasi ini membawa perubahan mendasar, dengan syarat berkarakter baik dan tanpa riwayat kekerasan, serta larangan tegas terhadap perpeloncoan, kekerasan, perundungan, diskriminasi, pungutan, dan aktivitas yang merendahkan martabat warga belajar.

Tema resmi MPLS Ramah 2026 adalah “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah”. Ini bukan sekadar slogan. Ini adalah pernyataan filosofis: hari pertama sekolah adalah gerbang kebahagiaan, bukan awal dari ketakutan.

Di Ronaa, kami membaca regulasi ini bukan sebagai daftar larangan, melainkan sebagai ruang kemungkinan. Kemungkinan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Kemungkinan untuk menyambut masa depan bangsa dengan kasih sayang, bukan dengan ujian ketakutan.

Adaptif, Diferensiatif, Kontekstual, Humanistik. Empat Pilar Pembebasan
PKBM Ronaa dirancang dengan metode adaptif, diferensiatif, kontekstual, dan humanistik. Ini bukan sekadar kata-kata indah. Ini adalah manifestasi dari keyakinan bahwa setiap warga belajar adalah subjek, bukan objek pendidikan.

Adaptif berarti kami tidak memaksa warga belajar menyesuaikan diri dengan sistem yang kaku. Kami yang menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan, latar belakang, dan kecepatan belajar mereka. Banyak tokoh inspritaif mengingatkan, pendidikan harus menjadi ruang bagi lahirnya daya kritis, kemampuan berargumentasi, serta keberanian untuk bertanya.

Diferensiatif berarti kami mengakui bahwa setiap manusia memiliki potensi yang berbeda untuk berkembang dan berubah, karena memiliki kapasitas berpikir dan refleksi diri yang memungkinkan untuk belajar. Tidak ada satu metode yang cocok untuk semua. Yang ada adalah pengakuan atas keberagaman sebagai kekayaan.

Kontekstual berarti pembelajaran tidak pernah lepas dari realitas hidup warga belajar. Pendidikan bukanlah transfer pengetahuan dari atas ke bawah, melainkan proses dialektis antara pengalaman dan refleksi. Beberapa tokoh mengajarkan kita untuk selalu berpikir kritis, bahkan dari hal-hal paling sederhana di sekitar kita.

Humanistik berarti kami memuliakan setiap warga belajar sebagai manusia utuh—bukan sebagai angka di rapor atau bahan statistik. MPLS Ramah, sebagaimana ditegaskan Kemendikdasmen, menghadirkan konsep pengenalan sekolah yang lebih humanis.

Mengapa MPLS di PKBM Ronaa Berbeda?
Kami meyakini, bahwa hakikat utama pendidikan adalah kebebasan berpikir. MPLS bukanlah ajang untuk mencetak kepatuhan, melainkan ruang untuk memicu keberanian bertanya, meragukan yang taken for granted, dan menemukan suara sendiri.

Kegiatan MPLS di Ronaa akan diisi dengan:

  • Asesmen dan deteksi kesehatan fisik serta kemampuan literasi numerasi dasar
  • Penguatan “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” sebagai program nasional
  • Pagi Ceria dan Sopan Santun Bermedia Sosial sebagai bekal menghadapi era digital
  • Permainan edukatif dan pengenalan Kurikulum Merdeka yang fleksibel namun terarah
  • Dialog filosofis tentang makna belajar, kebebasan, dan tanggung jawab

Semua kegiatan dirancang edukatif, inklusif, menyenangkan, berkesadaran, dan bermakna.

Jadilah Pemikir, Bukan Instrumen
Kalian datang bukan untuk diisi, tetapi untuk menemukan isi yang sudah ada dalam diri kalian. Pendidikan, sebagaimana dikatakan Socrates, adalah teknik kebidanan, kami hanya membantu kalian melahirkan pikiran yang selama ini tertidur.

Disini, kalian diajak menjadi pemikir kritis, bukan sekadar penerima informasi. Kalian diajak mempertanyakan, bukan sekadar mengamini. Kalian diajak berargumentasi dengan dasar yang kuat, bukan sekadar beropini tanpa nalar.

Salam Akal Sehat
MPLS di PKBM Ronaa pada 24–25 Juli 2026 adalah momen bersejarah. Bersejarah bukan karena besar, tetapi karena berani berbeda. Berani menghadirkan pendidikan yang memanusiakan manusia. Berani menjadikan regulasi sebagai pijakan, bukan penjara. Berani meyakini bahwa perubahan pola pikir—change of mindset—adalah akar dari segala perubahan.

Kepada seluruh warga belajar baru: selamat datang di rumah kedua kalian. Rumah di mana akal sehat dirayakan, di mana pertanyaan dihargai, dan di mana kebebasan berpikir adalah napas setiap hari.

Kepada para pendidik dan orang tua: kolaborasi kita adalah kunci. Sekolah tidak dapat berjalan sendiri. Tugas kita bersama adalah mengawal generasi ini agar tidak mendapatkan dampak negatif dari perkembangan zaman dan lingkungan saat ini.

“Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah” itulah tema MPLS Ramah 2026. Di Ronaa, kami menambahkan satu kata lagi “Hari Baru, Aman, Nyaman, dan Merdeka di Sekolah.”

Merdeka untuk berpikir. Merdeka untuk bertanya. Merdeka untuk menjadi diri sendiri.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chatbot AI Free Modelsx
Chatbot