Pendidik PKBM Ronaa Ikuti Webinar Nasional tentang MPLS Bermakna 2026
Salam sejahtera dan salam bahagia Sobat Mina
Tabik Pun!
Metro, 10 Juli 2026 – PKBM Ronaa mengikuti Webinar Nasional bertajuk “Sambut Tahun Ajaran Baru dengan MPLS Bermakna 2026: Strategi Menciptakan Pengalaman Belajar yang Berkarakter, Menyenangkan, dan Berdampak” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (10/7/2026). PKBM Ronaa diwakili oleh Guru Program Studi Pendidikan Kesetaraan Kelompok Belajar Paket C SMA, Amin Budi Utomo, S.Pd.
MPLS 2026 oleh Pustekom RLCSWebinar menghadirkan keynote speaker Alex Kurniawan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Made Yoga Setiawan. Turut hadir sebagai keynote speaker Hendra Apriawan, Kepala BGTK Lampung, dan Agus Muhammad Septiana, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro. Materi utama disampaikan oleh Bilqis Gaya Hasanah, Duta Guru CBP Rupiah 2026, dengan moderator Sukmawati, Duta Guru CBP Rupiah 2026.
Dalam penyampaiannya, Bilqis Gaya Hasanah menjelaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berdasarkan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tidak hanya menjadi kegiatan penyambutan peserta didik pada awal tahun ajaran, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun karakter, budaya positif, dan pengalaman belajar yang bermakna. Pelaksanaan MPLS diarahkan agar berlangsung secara ramah anak, aman, nyaman, inklusif, bebas dari perundungan, serta berpusat pada peserta didik. Materi yang dipaparkan meliputi pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), etika bermedia sosial, pendidikan karakter, literasi, serta berbagai aktivitas yang mendorong peserta didik aktif berpartisipasi dalam lingkungan sekolah.
Selanjutnya, Made Yoga Setiawan menyampaikan materi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Ia menjelaskan bahwa edukasi CBP Rupiah bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengenali, merawat, dan menggunakan Rupiah dengan baik. Rupiah merupakan satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia sekaligus simbol kedaulatan bangsa. Peserta juga diperkenalkan dengan prinsip 5J dalam merawat uang, yaitu tidak melipat, tidak mencoret, tidak meremas, tidak membasahi, dan tidak menstapler uang Rupiah. Selain itu, materi juga menekankan pentingnya membiasakan perilaku belanja secara bijak, menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi, serta menumbuhkan literasi keuangan sejak dini.
Amin Budi Utomo mengatakan bahwa materi yang disampaikan dalam webinar memberikan pemahaman mengenai pelaksanaan MPLS yang sesuai dengan kebijakan terbaru serta penguatan literasi keuangan melalui edukasi CBP Rupiah. Menurutnya, materi tersebut dapat menjadi referensi dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penguatan karakter pada program pendidikan kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Melalui keikutsertaan dalam webinar ini, PKBM Ronaa terus mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan dan berbagai materi penguatan kapasitas pendidik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pembelajaran bagi warga belajar.
Artikel lainnya :
- Pendidik PKBM Ronaa Ikuti Webinar Nasional tentang MPLS Bermakna 2026Pemahaman mengenai pelaksanaan MPLS yang sesuai dengan kebijakan terbaru serta penguatan literasi keuangan melalui edukasi CBP Rupiah
- Pembagian Hasil Belajar Semester Genap PKBM RONAA 2025/2026 serta Memaknai Proses Belajar sebagai PerjalananPembagian hasil belajar bukan hanya tentang melihat apa yang telah dicapai, tetapi juga memahami bagaimana proses tersebut membentuk diri.
- Simulasi TKA Kesetaraan Paket A & B di PKBM RonaaTidak ada kata tua untuk belajar, dan tidak ada kata muda untuk berhenti bermimpi. Selamat mengikuti simulasi TKA, warga belajar PKBM Ronaa!
- Bulan Februari, ada apa saja di Kampung Literasi Metro?Ketika sekolah memberi ilmu, dapur memberi gizi, lapangan memberi sehat, dan mushala memberi arah. masyarakat pun belajar utuh.
- PKBM Ronaa Selenggarakan Program Makan Bergizi GratisGizi bukan sekadar isi piring, melainkan fondasi tempat mimpi-mimpi kecil berdiri.















