Kampung Literasi
Festival Kampung Literasi Metro 2025 – Estetika sebagai Jalan Literasi, Menghayati yang Sublim dalam Puisi dan Gerabah

Festival Kampung Literasi Metro 2025 – Estetika sebagai Jalan Literasi, Menghayati yang Sublim dalam Puisi dan Gerabah

Salam sejahtera dan salam bahagia Sobat Mina

Tabik Pun!

Festival Kampung Literasi Metro yang kelima pada tahun 2025 telah sukses digelar, menandai sebuah pencapaian gemilang bagi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ronaa Kota Metro. Sebagai agenda tahunan yang dinantikan, festival ini sebgai bukti dan komitmen sebagai ruang kolaborasi yang hidup antara warga belajar dan masyarakat luas. Suasana di Sekretariat Kampung Literasi Metro, Jalan Kurma Mulyojati Metro Barat, pada Sabtu, 22 November 2025, dipenuhi oleh semangat kebersamaan dan kecintaan akan ilmu pengetahuan, memperkuat fondasi Kota Metro sebagai kota yang berbudaya literasi.

FKLM 2025 oleh Pustekom RLCs

Salah satu puncak acara yang memukau adalah Lomba Baca Puisi “Membaca Tanda-Tanda” karya sastrawan legendaris Taufiq Ismail. Sebanyak 25 peserta terbaik dari kalangan pelajar dan warga belajar jenjang SMA se-Kota Metro tampil menghayati, menyuarakan kekayaan kata-kata filsuf sastra Indonesia. Di bawah penilaian dewan juri yang berkompeten—Solihin Utjok (Ketua DKM Metro), Imam Santoso, dan Ari Siswanto, yang merupakan tokoh seni dan budaya Kota Metro—setiap penampilan dinilai bukan hanya pada teknik, tetapi juga pada kedalaman penghayatan dalam membedah setiap “tanda” yang tersirat dalam puisi.

Dari persaingan yang ketat dan berkelas, terpilih tiga nama sebagai pemenang. Juara 1 diraih oleh Hernes Raflesia A. dari SMANDA Metro, diikuti oleh Mutiara Silviana dari SMA At Tanwir Metro pada posisi Juara 2, dan Nurrohman S., juga dari SMANDA Metro, yang menempati posisi Juara 3. Keberhasilan mereka merupakan cerminan dari semangat generasi muda Metro yang tidak hanya piawai secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan estetika dan emotional intelligence yang tinggi melalui seni sastra.

Sementara itu, di ruang yang lain, gelaran Workshop Pembuatan Gerabah menawarkan pengalaman belajar yang berbeda namun sama mendalamnya. Workshop ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan perpaduan harmonis antara warga belajar PKBM Ronaa dan masyarakat umum Kota Metro. Semangat kolaborasi semakin terasa dengan kehadiran mahasiswa Program Studi Psikologi Islam UIN Raden Intan Lampung yang turut bergabung, menambah dinamika dan menyatukan perspektif antara teori akademis dengan praktik seni tradisional yang tangible.

Secara keseluruhan, Festival Kampung Literasi Metro ke-5 ini telah terlaksana dengan sukses dan meriah. Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah pernyataan nyata bahwa literasi memiliki banyak wajah; dari seni kata-kata yang abstrak dalam puisi hingga seni membentuk tanah liat menjadi gerabah yang penuh makna. Keberhasilan acara ini menjadi fondasi yang kokoh untuk terus menggelorakan semangat belajar sepanjang hayat dan memperkuat jalinan sinergi antara seluruh elemen masyarakat di Kota Metro.

BACA JUGA :

  1. Festival Kampung Literasi Metro, Menikmati Lomba Baca Puisi
  2. Festival Kampung Literasi PKBM Ronaa Kembali Hidupkan ‘Semangat’ Sastra di Metro
  3. Festival Kampung Literasi Metro, Lima Tahun Menghidupkan Semangat Berkarya dan Literasi
  4. Festival Kampung Literasi Metro 2025 PKBM RONAA: Perayaan Sastra, Kreativitas, dan Budaya Lokal
  5. Festival Kampung Literasi Metro 2025 PKBM RONAA: Sastra, Kreativitas, dan Budaya dalam Satu Ajang
  6. Festival Kampung Literasi Metro 2025 Jadi Sorotan: Pesona Lomba Baca Puisi yang Memukau Pengunjung
  7. Festival Kampung Literasi Metro 2025, Ajang Baca Puisi yang Bikin Penonton Terpukau

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chatbot AI Free Modelsx
Chatbot