Kampung Literasi
Tutor PKBM Ronaa Ikuti Webinar Nasional Seri 2 HAI 2025: Belajar Membangun Ekosistem Literasi Berkelanjutan

Tutor PKBM Ronaa Ikuti Webinar Nasional Seri 2 HAI 2025: Belajar Membangun Ekosistem Literasi Berkelanjutan

Salam sejahtera dan salam bahagia Sobat mina

Tabik Pun!

Jakarta, 20 Agustus 2025 – Semangat untuk memperkuat gerakan literasi terus digaungkan, tidak hanya oleh pemerintah dan akademisi, tetapi juga oleh para pendidik di tingkat komunitas. Hal inilah yang tampak ketika dua tutor PKBM Ronaa, Miss Tiwi dan Miss Renita, ikut ambil bagian dalam Webinar Nasional Seri 2 menuju Hari Aksara Internasional (HAI) 2025 yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Direktorat PNFI.

Webinar kali ini mengangkat tema “Ekosistem Literasi Berkelanjutan: Partisipasi Semesta antara Pemerintah, Satuan Pendidikan, dan Masyarakat.” Tema tersebut terasa relevan dengan realitas pendidikan nonformal di daerah, di mana literasi tidak hanya dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga sebagai pintu menuju kemandirian, pemberdayaan, dan keberlanjutan hidup masyarakat.

Dua narasumber utama hadir memberi perspektif yang kaya. Karta Sasmita, S.Pd., M.Si., Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, menekankan bahwa aksara adalah warisan peradaban yang menyimpan nilai budaya, sejarah, dan identitas. Baginya, literasi adalah “napas” kehidupan modern—kemampuan membaca, berpikir kritis, dan berkomunikasi yang harus menjadi budaya agar masyarakat kuat menghadapi derasnya arus informasi, termasuk gempuran hoaks dan disinformasi.

Sementara itu, Dr. Yanti Lidiati, S.E., M.M., CE, sosok inspiratif dari PKBM An-Nur yang dikenal sebagai local hero pemberdayaan perempuan, membagikan pengalaman nyata bagaimana literasi menjadi dasar dari seluruh program pemberdayaan yang ia jalankan. Mulai dari bidang agama, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga sosial, semuanya bertumpu pada kecakapan literasi. “Tanpa literasi, masyarakat tidak bisa berkembang, dan lembaga pun tidak mampu mendorong perubahan,” tegasnya.

Bagi Miss Tiwi dan Miss Renita, pengalaman mengikuti webinar ini bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membuka cakrawala baru tentang bagaimana PKBM dapat mengambil peran lebih besar dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Sebagai tutor, keduanya merasakan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar literasi tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian warga.

Partisipasi PKBM Ronaa dalam webinar nasional ini sekaligus menjadi bukti bahwa komunitas belajar di akar rumput memiliki kepedulian yang sama dengan para pemangku kebijakan. Dengan semangat Hari Aksara Internasional 2025, langkah kecil yang dilakukan di tingkat lokal akan terhubung dengan gerakan besar literasi nasional.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chatbot AI Free Modelsx
Chatbot