Kegiatan Pembelajaran
Ramadan 1447 H di Ronaa Learning. Sekolah Kehidupan yang (Mungkin) Lebih Seru daripada Curhat di Warung Kopi

Ramadan 1447 H di Ronaa Learning. Sekolah Kehidupan yang (Mungkin) Lebih Seru daripada Curhat di Warung Kopi

Salam sejahtera dan salam bahagia Sobat Mina

Tabik Pun!

Metro, 16 Maret 2026 — Ada anggapan di masyarakat bahwa belajar itu hanya soal menghafal rumus dan mencatat tanggal sejarah. Anggapan itu benar, tetapi hanya untuk mereka yang menganggap otak adalah gudang penyimpanan, bukan pabrik pemikiran. Di Kota Metro, PKBM Ronaa – Learning Centre School membantah tesis usang itu lewat Program SANTRI (Pesantren Ramadan Kakasi 1447 H). Ini bukan pesantren biasa, ini adalah “pabrik” peradaban mini yang merakit logika, spiritualitas, dan keterampilan digital dalam satu gedung.

Buletin Pesantren Ramadan Kakasi 1447 H / Tahun 2026 oleh Pustekom RLCS

Selama Ramadan 1447 H, Ronaa tidak hanya mengajarkan bagaimana menahan lapar, tetapi juga bagaimana menahan diri dari kebodohan digital. Karena di abad ini, orang yang tidak bisa membuat konten sama tersesatnya dengan orang yang tidak bisa membaca Al-Fatihah. Maka lahirlah rangkaian kegiatan yang mungkin akan membuat nenek moyang kita bertanya-tanya, “Ini puasa atau kursus jadi artis TikTok?

1. Ngabuburit: Antara Menunggu Magrib dan Menjadi Konten Kreator
Jika biasanya ngabuburit diisi dengan berburu takjil atau sekadar duduk di pinggir jalan sambil menghitung motor lewat, Ronaa Learning Centre punya gaya yang lebih… beradab. Mereka menggelar “NGABUBURIT: Belajar 1 Hari bersama Canva untuk menjadi Konten Kreator Digital.”

Ini adalah bagian dari Pendidikan Vokasi yang mungkin jarang dilakukan diajarkan di sekolah formal/nonformal pada umumnya. bagaimana mengemas kegelisahan menjadi visual yang menarik. jika dulu para ulama menulis kitab dengan kalam dan tinta, sekarang warga belajar diajak menorehkan pemikiran dengan template dan tipografi. Mereka belajar bahwa spanduk masjid dan feed Instagram sama-sama butuh estetika. Karena percayalah, surga dan neraka saja butuh visualisasi yang kuat agar orang mau bertaubat.

2. “Tong Kosong Nyaring Bunyinya” vs. “Puasa Sunyi
Trending di Medsos“Ini bagian paling sarkastik dari program ini. Dewan Guru mewajibkan setiap warga belajar untuk memposting kegiatan berkesan selama berpuasa. Bayangkan, di satu sisi mereka sedang “memfilter” diri dari hal duniawi, di sisi lain mereka diminta untuk eksis.

Tapi inilah logika yang diajarkan oleh Dewan guru PKBM Ronaa. “jika kebaikan tidak diabadikan, ia hanya akan menjadi kenangan; jika diunggah, ia bisa menjadi inspirasi“. Warga belajar diajak untuk menjadi jurnalis dirinya sendiri. Mereka harus mendokumentasikan momen “lapar” yang dikemas menjadi narasi “sabar”. Ini bukan sekadar pamer, ini adalah arsitektur memori kolektif. Karena suatu saat nanti, ketika teknologi sudah maju 1000 tahun lagi, kita bisa melihat bahwa di tahun 2026, orang-orang masih tersenyum walau perutnya kosong dan mereka meng-uploadnya dengan filter yang agak kebiruan.

3. Quizz dan Asesmen. Mengukur Apakah Iman Masih di Dada atau Sudah Terjual di Pasar
Lalu masuklah ke fase yang lebih serius: Quizz – Asesmen Sumatif IV. Ini bukan ujian biasa, ini adalah ajang pembuktian apakah selama Ramadan mereka hanya sibuk bikin konten atau benar-benar menyerap ilmu. Ujian ini semacam “check engine” bagi jiwa. Di sinilah diselipkan banyak orang hebat di media sosial, tetapi ketika ditanya soal fiqih puasa, mereka menjawab sambil scroll TikTok. Nah, di PKBM Ronaa, hal itu tidak terjadi. Karena setelah ujian, mereka langsung diingatkan bahwa nilai A tidak akan berguna jika masih suka komentar pedas di kolom komentar tetangga.

4. Berbagi Sembako. Ketika Tangan di Atas Lebih Baik daripada Tangan yang Selfie
Filosofi memberi adalah bahasa universal. Dalam program ini, Ronaa Learning Centre tidak hanya mengajarkan warga belajarnya untuk “pintar”, tetapi juga “peka”. Kegiatan Berbagi Sembako menjadi jembatan antara teori dan praktik.

Anekdotnya: di tengah hiruk-pikuk politik ekonomi yang sibuk menghitung pertumbuhan GDP, ternyata ada tetangga kita yang masih menghitung butir beras di magicom. Maka, gerakan berbagi ini adalah “kudeta” kecil terhadap ketidakadilan ekonomi. Ini bukan acara amal dadakan, ini adalah praktik baik bahwa sekolah bisa menjadi pusat distribusi kebahagiaan. Dan karena ini dilakukan di bulan puasa, pahalanya dilipatgandakan. investasi jangka panjang dengan return tertinggi.

5. Puncak Acara. Khataman, atau Menyelesaikan 30 Juz di Tengah Hiruk Pikuk Dunia
Puncak dari rangkaian panjang ini adalah Tadarus dan Khataman Al-Quran. Di titik ini, warga belajar bersama masyarakat sekitar diajak untuk kembali ke fitrah. Setelah sebulan penuh bergelut dengan Canva, algoritma media sosial, dan logika asesmen, mereka diingatkan bahwa yang abadi bukanlah like, tetapi ayat.

Suasana khataman bukan sekadar seremoni. Ini adalah orasi hening bahwa hidup harus selesai, seperti halnya kita menamatkan 30 juz. Di akhir acara, biasanya ada haru, ada air mata, dan ada juga pertanyaan klasik, “Besok mulai lagi? Udah habis nih kuota internetnya?”

Refleksi Akhir – Sekolah sebagai Simpul Peradaban

Apa yang dilakukan oleh Ronaa Learning Centre School Kota Metro ini adalah bukti bahwa Pendidikan Vokasi dan nilai-nilai agama bisa berjalan beriringan tanpa harus canggung. Dewan guru berhasil membuktikan bahwa praktik baik pembelajaran tidak harus selalu di dalam kelas dengan kipas angin yang berisik. Bisa juga di masjid sambil membuat konten, atau di pinggir jalan sambil membagi sembako.

Program SANTRI ini adalah prioritas tahunan yang sayang untuk dilewatkan. Karena di tengah gempuran informasi abad 21, Ronaa justru mengajarkan kita untuk tidak hanya menjadi konsumen berita, tetapi juga produsen kebaikan. Selamat kepada Panitia Pelaksana yang telah memastikan semua tahapan berjalan lancar hingga akhir Ramadan 1447 H. Semoga tahun depan kita bisa ngabuburit sambil belajar AI—siapa tahu? Di Ronaa, segala sesuatu mungkin, asal jangan lupa waktu Magrib.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chatbot AI Free Modelsx
Chatbot