
Kolaborasi Mahasiswa UM Metro Riset & Simulasi Aplikasi Penilaian Bareng PKBM Ronaa
Salam sejahtera dan salam bahagia.
Tabik Pun!
Tanggal 8 Mei 2025, PKBM Ronaa kedatangan tamu istimewa dari Universitas Muhammadiyah Metro. Mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer datang buat riset sekaligus simulasi sistem informasi, khususnya aplikasi penilaian buat warga belajar. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, tapi bener-bener jadi momen kolaborasi antara dunia akademik dan pendidikan non-formal. Suasananya santai tapi tetap serius, semua fokus buat saling belajar dan berkembang.
Dokumentasi oleh Pustekom PKBM RonaaMuhammad Arifin, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UM Metro. sedang fokus bikin aplikasi penilaian digital yang ditujukan khusus untuk proses belajar warga PKBM. “Aplikasi ini kami desain supaya tutor bisa input nilai lebih cepat dan warga belajar juga bisa akses hasil belajar mereka secara langsung,” kata Arifin. Konsepnya simpel, tapi dampaknya bisa gede banget buat sistem penilaian disini.
Selama simulasi, Arifin dan timnya nyoba langsung aplikasinya bareng tutor-tutor PKBM Ronaa. Beberapa fitur diuji: input nilai, rekap nilai per semester, dan tampilan rapor otomatis. Tutor Amin Budi Utomo, yang ikut mendampingi, ngasih masukan membangun. “Secara konsep udah bagus, tinggal ditingkatkan di bagian tampilan dan navigasinya supaya lebih user-friendly, apalagi buat tutor-tutor yang baru go digital,” ucapnya. Feedback ini jadi bahan penting buat pengembangan aplikasi ke tahap berikutnya.
Diskusi antara mahasiswa dan tutor berjalan asyik dan produktif. Arifin juga terbuka nerima saran langsung dari pengguna lapangan, jadi aplikasinya nggak cuma keren secara teori, tapi juga beneran cocok dipakai di dunia nyata. Riset ini jadi langkah kecil yang punya potensi dampak besar buat peningkatan layanan pendidikan di PKBM. Tutor PKBM Ronaa pun jadi makin semangat buat terus adaptasi teknologi dalam kegiatan belajar.
Kunjungan ini bukti nyata kalau kolaborasi antara kampus dan PKBM bisa saling menguatkan. PKBM Ronaa bangga bisa jadi bagian dari proses riset anak-anak muda kreatif kayak Arifin. Semoga aplikasi penilaian ini bisa segera rampung dan diterapkan, biar proses belajar-mengajar di PKBM makin modern dan efisien. Ditunggu kerja bareng selanjutnya, semangat terus untuk riset dan inovasinya!
Artikel lainnya :
- Implikasi kebijakan PJJ bagi pendidikan nonformal dan kesetaraan.Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kembali diberlakukan untuk semua jenjang pendidikan pada tahun 2026. Benarkah demikian?
- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) PKBM RONAA Metro Tahun Pelajaran 2025/2026“Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai penilaian akhir program studi kesetaraan di PKBM RONAA Metro. Evaluasi komprehensif bagi warga belajar Paket C SMA Kelas XII Tingkat 6, Paket B SMP Kelas IX Tingkat 5, dan Paket A SD Kelas VI Tingkat 2 dalam menyelesaikan jenjang pendidikan non formal.”
- UPK 2026 PKBM : Komitmen Meningkatkan Kualitas Pendidikan KesetaraanPeningkatan mutu pendidikan nonformal.
- PKBM Bukan Kampung Dungu. Menepis Stereotip dengan Logika, Bukan Gengsi IjazahStunting, PKBM, dan Nasib: Selamat Datang di Sirkus Bonus Demografi ala Indonesia
- Kolaborasi “Berembuk Rasa Jilid II” Hadirkan Dua Pementasan Teater di Kota Metro, Sanggar Kakasi Sampaikan Apresiasi“Berembuk Rasa Jilid II bukan sekadar panggung pertunjukan, tetapi ruang hidup bagi ide, rasa, dan kolaborasi yang menjaga napas teater tetap menyala di Kota Metro.”














