Kegiatan Pembelajaran
Merayakan Keberagaman Jalan Belajar, Narasi Akhir Tahun PKBM Ronaa Metro 

Merayakan Keberagaman Jalan Belajar, Narasi Akhir Tahun PKBM Ronaa Metro 

Salam sejahtera dan salam bahagia Sobat Mina.

Tabik Pun!

Perjalanan PKBM Ronaa pada 2025 dimulai dengan konsolidasi nalar kelembagaan. Di bulan-bulan awal, energi difokuskan pada penguatan fondasi internal melalui studi tiru untuk guru kesetaraan dan pendalaman regulasi pendidikan terkini. Ini adalah fase di mana lembaga melakukan “pengecekan kompas” sebelum berlayar lebih jauh, memastikan bahwa setiap langkah administrasi dan akademik berdiri di atas landasan yang kuat dan kontekstual.

PERIODEFOKUS KEGIATANAKTIVITAS
Awal Tahun (Jan-Feb)Konsolidasi & PersiapanStudi tiru Guru Kesetaraan, penilaian sumatif, sosialisasi regulasi E-ijazah
Triwulan I (Mar-Mei)Refleksi & Transformasi InternalRapat Uji Kesetaraan, Program Ramadan, pelatihan guru literasi & digital.
Triwulan II (Jun-Agu)Ekspresi & Literasi PublikFestival Kampung Literasi Metro 2025, Peningkatan Kompetensi Guru Seni Budaya terhadap Naskah Kuno
Triwulan III (Agu-Okt)Assesmen & TeknologiRangkaian Pelaksanaan ANBK, Distribusi Banper IFP & laptop, program sosialisasi anti-kekerasan di satuan pendidikan nonformal
Penghujung Tahun (Nov-Des)Evaluasi & TransisiPelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) Jenjang Paket B SMP, Tes Kemampuan Akademik Jenjang Paket C SMA, Asesmen sumatif akhir semester ganjil, refleksi kebijakan edaran Mendikdasmen

Memasuki bulan Maret, dinamika internal bergerak pada dialektika antara keberlangsungan dan perubahan. Di satu sisi, terdapat perbincangan serius tentang esensi Uji Kesetaraan di era pasca-Ujian Nasional, yang bergeser dari sekadar penentu kelulusan menjadi alat ukur kualitas belajar yang autentik. Di sisi lain, semangat spiritual Ramadan Kakasi dirayakan sebagai momentum untuk memperkaya ilmu dan memperkuat ukhuwah di antara warga belajar. Bersamaan dengan itu, program peningkatan kompetensi guru kesetaraan secara kontinu dilaksanakan, baik dalam bidang literasi maupun pemanfaatan teknologi digital.

Puncak ekspresi publik terjadi di tengah tahun dengan Festival Kampung Literasi Metro 2025. Kegiatan ini menjadi manifestasi nyata dari filosofi pendidikan Ronaa yang menolak dikotomi ilmu. Festival ini dengan sengaja mempertemukan puisi (yang abstrak dan sublim) dengan gerabah (yang konkret dan tangible), menciptakan sebuah sintesis pengetahuan yang utuh. Ini bukan sekadar pameran, melainkan kritik pedagogis yang indah terhadap cara pandang yang memisahkan seni dari keterampilan, teori dari praktik. Belajar bersama masyarakat.

Memasuki semester kedua, fokus bergeser pada uji kelayakan dan integrasi teknologi. Rangkaian pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) bagi jenjang Paket B menjadi ritual penting untuk mengakrabkan warga belajar dengan ekosistem evaluasi baru, sekaligus menguji infrastruktur teknis. Kedatangan bantuan pemerintah melalui Kemendikdasmen yakni Interactive Flat Panel (IFP) dan laptop bukan sekadar tambahan aset, melainkan simbol nyata komitmen transformasi digital hingga ke akar rumput pendidikan nonformal. Pada periode yang sama, wacana tentang kejujuran akademik di era Kecerdasan Buatan (AI) juga didiskusikan, menandakan kewaspadaan kritis terhadap teknologi.

Menutup tahun, perjalanan bermuara pada penilaian asesmen sumatif akhir semester ganjil dan perenungan makna. Proses asesmen sumatif dilaksanakan sebagai tahap formal penyelesaian studi pada akhir semester ganjil. Namun, di balik itu, terdapat permenungan mendalam tentang hakikat istirahat dalam Surat Edaran Mendikdasmen tentang libur, yang dilihat sebagai bentuk “perlawanan terhadap pendidikan yang terlalu instrumental”. Momen ini menegaskan bahwa bagi PKBM Ronaa, keberhasilan tidak hanya diukur oleh dokumen kelulusan, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan ruang belajar yang manusiawi dan memanusiakan.

Pada akhirnya, narasi panjang 2025 ini menggambarkan sebuah lembaga yang bergerak dalam irama dialektika: antara tradisi dan inovasi, antara standar nasional dan kebutuhan lokal, antara ketekunan administratif dan keberanian filosofis. Setiap bulan adalah sebuah bab dalam kitab besar tentang pendidikan alternatif yang berani membayangkan dan mewujudkan cara belajar yang lebih membebaskan.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chatbot AI Free Modelsx
Chatbot