
Outing Class – Membangun Gaya Hidup Literasi yang Dinamis di Metro Fair 2025
Salam Sejahtera dan Salam Bahagia Sobat Mina.
Tabik Pun!
Metro, 17 Juni 2025 — Dalam semangat memajukan gerakan literasi di Kota Metro, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ronaa melaksanakan kegiatan Outing Class Literasi dengan menghadiri dua sesi bedah buku dalam rangkaian Festival Literasi Metro 2025, yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro. Acara ini berlangsung meriah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mulyojati, Metro Fair, dan berhasil menarik ratusan pengunjung dari berbagai kalangan.
Kegiatan literasi dimulai dengan sesi bedah buku “King of Psychopath” karya Pinkkan Aurelly Achmad pada hari pertama. Acara ini dipandu oleh Abidin dan sukses menarik lebih dari 100 peserta. Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta. Beberapa peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat mendapatkan hadiah buku secara gratis, semakin menambah semangat dalam kegiatan tersebut.
Pada Rabu, 18 Juni 2025, giliran buku “You Are My Eiffel (Tu es Mon Eiffel)” yang dibedah langsung bersama penulisnya, Nomadenieira. Acara ini dimoderatori oleh Kak Fauliza dan menghadirkan Kian Amboro, seorang praktisi literasi, sebagai narasumber pendamping. Diskusi berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, membahas tema-tema mendalam tentang cinta, perjalanan, dan pencarian makna hidup melalui lensa sastra modern. Para peserta diajak untuk merenungi nilai-nilai kehidupan dan relasi manusia dalam konteks budaya populer dan kontemporer.
Literasi di Metro Fair 2025 oleh Pustekom Ronaa Learning CentrePartisipasi PKBM Ronaa dalam kedua sesi ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mendorong budaya literasi yang inklusif dan menyenangkan, terutama bagi warga belajar PKBM Ronaa. Kegiatan Outing Class Literasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran tak selalu harus berlangsung di dalam kelas, melainkan bisa menyatu dengan ruang publik yang inspiratif seperti festival literasi.
Tak hanya menyelami dunia buku dan sastra, para peserta juga turut memeriahkan Festival Putri Nuban (Metro Fair 2025) yang berlangsung di lokasi yang sama. Festival ini terbuka untuk umum dan tanpa biaya, membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk lebih mencintai literasi, budaya, dan karya anak bangsa.
Melalui kegiatan ini, PKBM Ronaa berharap dapat terus menjadi katalisator perubahan positif dalam ekosistem literasi Kota Metro — menjadikan membaca, berdiskusi, dan menulis sebagai gaya hidup yang berkelanjutan.
Artikel lainnya :
- TBM RONAA Ikuti Workshop Pemanfaatan Gim Papan untuk Penguatan Pendidikan Interaktif di Lampung TengahDalam mekanisme permainan, terdapat cermin bagaimana kita belajar tentang aturan, pilihan, konsekuensi, dan kerja sama—inti dari bagaimana kita memahami dan mengarungi kehidupan yang lebih luas
- TBM Ronaa Metro Jadi Narasumber pada Lokakarya Pengembangan Program Penggerak Literasi Provinsi LampungSinergi dalam literasi bukan soal siapa yang memimpin, melainkan siapa yang bersedia berjalan bersama
- Kampung Literasi Metro Ikut Gerakan Kawasan Gaharu Lampung, Kolaborasi Ashoka Indonesia Bangun Ekosistem Pembaharu35 penggerak lintas generasi dan lintas iman mengikuti Workshop Penggerak Kawasan Gaharu Lampung
- Keseruan di Semesta Buku GramediaMerawat Oase Pengetahuan di Tengah Gemuruh Zaman
- TBM Mekar Utama Buka Festival Literasi Anak Desa Bumi Harjo 2025Mencari Mata Air Pengetahuan dalam Gurun Informasi














