
Menyusuri Jejak Literasi Sejarah dari Masa Prasejarah hingga Hindu-Buddha
Salam sejahtera dan salam bahagia Sobat Mina
Tabik Pun!
Situs Taman Purbakala Pugung Raharjo: Menyusuri Jejak Literasi Sejarah dari Masa Prasejarah hingga Hindu-Buddha
Lampung Timur, 23 Mei 2025 — Dalam semangat menyelami warisan budaya dan menggali literasi sejarah Nusantara, TBM RONAA turut serta dalam kegiatan Telusur Literasi Sejarah & Budaya yang digelar di Situs Cagar Budaya Taman Purbakala Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran langsung bagi pegiat literasi, pelestari budaya, dan relawan Forum TBM dari berbagai daerah.

Pada kesempatan ini, TBM RONAA dipercaya sebagai pemandu perjalanan, bersama Andika Mahardika (Ketua Forum TBM Metro), Amin Budi Utomo (Forum TBM Lampung), dan Aris Munandar dan daniah (PP Forum TBM). Kegiatan ini turut didampingi oleh Deni Ardiansyah, selaku Petugas Situs Cagar Budaya yang ditugaskan oleh BPK Wilayah VII Unit Wilayah Lampung–Bengkulu, dalam menyusuri dan menjelaskan setiap titik penting lokasi.
Perjalanan dimulai dari Rumah Informasi yang menyimpan rekam jejak sejarah dan peninggalan kuno dari situs ini. Secara administratif, Situs Pugung Raharjo berada di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Situs ini pertama kali ditemukan pada tahun 1957 oleh para transmigran saat membuka lahan hutan. Penemuan awal yang mengemuka adalah arca Bodhisatwa yang mengindikasikan pengaruh budaya Hindu-Buddha.
Menariknya, situs ini menyimpan warisan megalitik yang lengkap dan tidak pernah tercatat oleh para peneliti kolonial terdahulu. Sejak tahun 1968, penelitian intensif telah dilakukan, dimulai oleh Drs. Buchori dari Lembaga Purbakala, kemudian dilanjutkan oleh kerja sama internasional dengan Pennsylvania Museum University pada tahun 1973.
Hingga tahun 1984, berbagai penelitian dan pemugaran dilakukan secara sistematis. Hasilnya mengungkap bahwa kompleks megalitik Pugung Raharjo mencakup area seluas 25 hektar, menjadikannya salah satu situs purbakala paling komprehensif di Indonesia.
Di situs ini, para peserta kegiatan diajak mengenali berbagai artefak seperti keramik lokal dan asing, dolmen, menhir, pisau batu, mata tombak, manik-manik, serta gelang perunggu. Selain itu, fitur-fitur monumental seperti punden berundak, batu berlubang, lumpang batu, serta benteng dan parit buatan turut menjadi titik refleksi perjalanan.
Bagi TBM RONAA, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan wisata sejarah, melainkan sebuah upaya nyata membumikan literasi sejarah dan budaya di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Mengenal tinggalan budaya secara langsung menghidupkan kembali kesadaran akan akar identitas dan kekayaan warisan bangsa.
Di penghujung kegiatan, rombongan menyempatkan waktu untuk duduk hening di tengah alam situs yang teduh. Dalam suasana syahdu, kami menghayati bahwa literasi bukan hanya tentang membaca buku, melainkan juga tentang membaca jejak-jejak sejarah, menyerap nilai dari masa silam, dan menenun harapan untuk masa depan.
Salam Literasi, Salam Budaya
TBM RONAA
Artikel lainnya :
- TBM Ronaa Metro Jadi Narasumber pada Lokakarya Pengembangan Program Penggerak Literasi Provinsi LampungSinergi dalam literasi bukan soal siapa yang memimpin, melainkan siapa yang bersedia berjalan bersama
- Mendekonstruksi Pemasaran. Workshop yang Menjawab “Mengapa” Sebelum “Bagaimana”Peran guru SMK dalam mencetak ‘filsuf-filsuf praktis’ yang menguasai cara kerja mesin-mesin ekonomi digital
- Festival Kampung Literasi Metro 2025 – Estetika sebagai Jalan Literasi, Menghayati yang Sublim dalam Puisi dan GerabahFestival ini adalah kritik terhadap dikotomi ilmu. Di sini, ilmu humaniora yang abstrak (puisi) dan ketrampilan tangan yang konkret (gerabah) berdialektika, menciptakan sintesis pengetahuan yang utuh dan membebaskan
- TBM Ronaa ikuti Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi SosialDari Gudang Buku ke Agora Modern, Perpustakaan sebagai Ruang Publik yang Memerdekakan.
- Kampung Literasi Metro Ikut Gerakan Kawasan Gaharu Lampung, Kolaborasi Ashoka Indonesia Bangun Ekosistem Pembaharu35 penggerak lintas generasi dan lintas iman mengikuti Workshop Penggerak Kawasan Gaharu Lampung














