
Kemah Literasi & Workshop Pengembangan Kapasitas Komunitas Penggerak Literasi – TBM Ronaa Metro
Salam bahagia dan salam sejahtera sobat Mina
Tabik pun !
Kemah Literasi & Workshop Pengembangan Kapasitas Komunitas Penggerak Literasi yang diselenggarakan pada 21-22 September 2024, menjadi ajang berharga bagi para pengelola TBM, komunitas literasi, serta perpustakaan desa dan kelurahan di Kota Metro. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro, serta Ketua Yayasan Ronaa Dharma Wicaksana. Kehadiran para pemangku kepentingan, termasuk Bunda Literasi dari Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, dan Mulyojati dari Metro Barat, memberikan warna tersendiri bagi kegiatan ini.

Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk upaya meningkatkan peran serta kapasitas komunitas literasi dalam menciptakan ruang-ruang belajar yang inklusif dan inovatif. Sebagai penggerak utama di sektor literasi, pengelola TBM dan komunitas literasi memegang peranan vital dalam memfasilitasi akses pengetahuan dan pendidikan. Workshop ini dirancang untuk memperkuat kapasitas mereka, sehingga mereka dapat berkontribusi lebih optimal dalam menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Kampung Literasi Fest = TBM Ronaa Metro oleh Pustekom PKBM RonaaSesi workshop ini diisi oleh dua narasumber utama yang sangat berkompeten di bidang literasi dan pengembangan kapasitas komunitas. Andika Mahardika, ST, selaku Pengurus Forum TBM Kota Metro, memaparkan strategi efektif dalam pengelolaan dan pengembangan TBM. Beliau menekankan pentingnya manajemen yang baik dan inovasi program agar TBM dapat terus berkembang sebagai pusat literasi di masyarakat.
Selain itu, kehadiran Tokoh Inspiratif Nasional, Kak Yoga Pratama, menambah semangat peserta workshop. Dalam sesinya, Kak Yoga berbagi kisah inspiratif serta memberikan panduan praktis dalam menggerakkan literasi berbasis komunitas. Pesan utamanya adalah tentang pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta dalam membangun gerakan literasi yang masif dan berdampak luas.
Tidak hanya sebagai ajang belajar, Kemah Literasi ini juga menjadi ruang untuk mempererat jaringan dan kolaborasi antar penggiat literasi. Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung dinamis, menghidupkan suasana serta memperkaya wawasan peserta dalam menghadapi tantangan di lapangan. Harapannya, kegiatan ini dapat melahirkan sinergi baru antar komunitas literasi di Kota Metro.
Dengan semangat kolaboratif, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat gerakan literasi di Kota Metro dan sekitarnya. Pengelola TBM, perpustakaan desa, dan komunitas literasi kini siap membawa perubahan melalui inisiatif literasi yang lebih inklusif dan berdampak. Acara ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan masyarakat yang lebih literat dan berdaya. [Mina]
Artikel lainnya :
- Budaya FOMO di Kalangan Gen Z dan Dampaknya terhadap Kesehatan MentalMasa depan bukan sesuatu yang ditunggu, melainkan sesuatu yang diciptakan dengan keberanian dan kerja keras
- Ketika Validasi Media Sosial Menjadi Ukuran KebahagiaanPercayalah pada proses, karena setiap langkah yang dilakukan dengan niat baik akan mengantarkanmu menuju masa depan yang lebih indah
- Ramadhan 1447 H – Ketika Perut Kosong, Pikiran Liar, dan Kita Semua Jadi Filsuf Dadakan“Sahur itu ibarat sidang kabinet: ada yang serius, ada yang pura-pura dengar, dan ada yang tidur. Lalu saat adzan Maghrib, terjadi kudeta lunak—perut mengambil alih kekuasaan. Jangan-jangan, selama ini kita hanya korban dari konspirasi kolak dan takjil? Kalau begitu, saatnya otak kita kudeta juga: isi dengan ilmu digital, agar lapar ini punya arti.”
- Keutamaan Malam Nisfu SyabanNisfu Syaban
- Kiprah Tri Sujarwo dalam Pelestarian Bahasa Daerah melalui Dongeng dalam Rilis Surat Kabar KOMPASDongeng adalah dekonstruksi keakraban, ia mengembalikan anak pada bahasa ibunya, dan bahasa pada ingatan kolektif yang terlupakan.















