
TBM Ronaa Luncurkan “RUMIT”
[Metro, 8 November 2022] TBM Ronaa meluncurkan “RUMIT” (Rumpi Literasi) siniar (podcast) literasi sebagai bentuk inovasi dan bagian dari Program Layanan Informasi dan Kegiatan Pembelajaran dari rumah.
Alih wahana ke dalam medium audio visual ini ditujukan untuk memperluas serta menghidupkan kembali diskusi – diskusi secara virtual kepada masyarakat luas.
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Ronaa memiliki misi mewujudkan masyarakat pembelajar sepanjang hayat dan pembentukan karakter, salah satunya melalui peningkatan kemampuan literasi. Program Siniar Rumit adalah bagian dari misi tersebut.
Rencana produksi akan menggunakan platform digital Instagram yang relate dengan generasi milenial sekarang, serta ruang virtual Zoomeet dan Youtube.
Pelaksaan akan membersamai Tasyakuran 16 Tahun SPNF. PKBM RONAA dan 1 Tahun Kampung Literasi Metro melalui Festival Kampung Literasi Metro Tahun 2022 akhir November ini. [Pai]
Tim Kreatif Pustekom Ronaa
Foto : Rika
Artikel lainnya :
- Budaya FOMO di Kalangan Gen Z dan Dampaknya terhadap Kesehatan MentalMasa depan bukan sesuatu yang ditunggu, melainkan sesuatu yang diciptakan dengan keberanian dan kerja keras
- Ketika Validasi Media Sosial Menjadi Ukuran KebahagiaanPercayalah pada proses, karena setiap langkah yang dilakukan dengan niat baik akan mengantarkanmu menuju masa depan yang lebih indah
- Kiprah Tri Sujarwo dalam Pelestarian Bahasa Daerah melalui Dongeng dalam Rilis Surat Kabar KOMPASDongeng adalah dekonstruksi keakraban, ia mengembalikan anak pada bahasa ibunya, dan bahasa pada ingatan kolektif yang terlupakan.
- Mendekonstruksi Pemasaran. Workshop yang Menjawab “Mengapa” Sebelum “Bagaimana”Peran guru SMK dalam mencetak ‘filsuf-filsuf praktis’ yang menguasai cara kerja mesin-mesin ekonomi digital
- Festival Kampung Literasi Metro 2025 – Estetika sebagai Jalan Literasi, Menghayati yang Sublim dalam Puisi dan GerabahFestival ini adalah kritik terhadap dikotomi ilmu. Di sini, ilmu humaniora yang abstrak (puisi) dan ketrampilan tangan yang konkret (gerabah) berdialektika, menciptakan sintesis pengetahuan yang utuh dan membebaskan















