
Visitasi Akreditasi Bukan Pemeriksaan, Melainkan Dialektika. Saat Asesor dan Satuan Pendidikan Non Formal PKBM Ronaa Menemukan Kebenaran dalam Realitas
Salam sejahtera dan slam bahagia Sobat Mina
Tabik Pun!
Biasanya kita memandang visitasi akreditasi sebagai sebuah “pemeriksaan”. Sebuah ritual birokrasi yang menegangkan. Tapi, mari kita geser perspektif itu. Apa yang terjadi di PKBM Ronaa Kota Metro pada 10-12 November 2025 lalu adalah sesuatu yang lebih substantif: sebuah dialektika.
Di satu sisi, ada data yang telah tertuang rapi dalam Sistem Penilaian Akreditasi (Sispena). Itu adalah DKA (Deskripsi Kinerja Asesi), sebuah pernyataan tentang diri kita di dunia digital. Di sisi lain, ada realitas riil; denyut nadi kegiatan belajar, interaksi antara Guru dan warga belajar, serta semangat yang tak terangkum sepenuhnya dalam angka.
Nah, dalam ruang antara data dan realitas inilah, dua asesor dari BAN PDM Provinsi Lampung, Bapak Dr. Dwi Supriyanto, M.Pd. dan Bapak Muhamad Suyatno, M.Pd.I tidak hanya hadir sebagai auditor, melainkan sebagai filsuf praktis. Mereka melakukan yang namanya check and balancing. Ini adalah proses verifikasi dan validasi yang hati-hati dan teliti, sebuah upaya untuk menemukan sintesis antara apa yang dilaporkan dan apa yang ada.
VISITASI AKREDITASI 2025 oleh Pustekom RLCSYang menarik, mereka tidak berhenti pada titik “benar atau salah”. Lebih dari itu, mereka memberikan solusi, arahan, dan rekomendasi perbaikan. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa pendidikan non-formal seperti PKBM Ronaa adalah entitas yang hidup dan terus bertumbuh. Rekomendasi itu bukanlah cacat, tetapi preskripsi untuk lompatan eksistensial menuju kualitas yang lebih otentik.
Kegiatan yang berjalan lancar tanpa hambatan ini menjadi bukti kesiapan dan komitmen PKBM Ronaa terhadap transparansi dan peningkatan mutu. Kehadiran asesor dari BAN PDM Provinsi Lampung bukanlah momok, melainkan mitra dalam membangun ekosistem pendidikan non-formal yang kredibel dan berdampak nyata bagi masyarakat Kota Metro.
Dengan demikian, visitasi ini berhasil melampaui formalitas. Ia menjadi sebuah dialog konstruktif yang memastikan bahwa semangat mencerdaskan kehidupan bangsa—yang menjadi tugas semua satuan pendidikan—benar-benar hidup dan bernafas di setiap sudut PKBM Ronaa.
Artikel lainnya :
- Gladi TKA Kejar Paket C SMA Ronaa Learning Centre School Metro Berjalan Tertib, Ini Persiapan Menuju TKA Utama 2026“Pendidikan kesetaraan bukan kelas dua. Ia adalah jalur serius bagi mereka yang ingin bangkit dan maju.”
- Konsistensi, Kompetensi, dan Normalisasi Kemalasan – Ketika Idealisme Menjadi Topeng Malas Berpikir“Jangan jadikan agama, seni, atau ideologi sebagai tameng kemalasan. Yang benar sejati tidak butuh pembelaan; ia hanya butuh dibuktikan.”
- Proses yang Tak Bisa Ditawar : Polemik Pendidikan Instan dan Fleksibilitas yang Disalahpahami“Proses tetap, model menyesuaikan. Itu bukan kekakuan, melainkan bentuk dukungan paling konkret dari negara.”
- MPLS Ramah 2026 sebagai Praktek Perlawanan Epistemik”Di PKBM Ronaa, Kami Tidak Menggiring—Kami Mengantar.”
- Menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan Akal Sehat di Pendidikan Nonformal“Pendidikan nonformal bukanlah ‘pilihan kedua’ ketika pintu formal tertutup. Pendidikan nonformal adalah kembali ke akar filosofi Minangkabau. ”alam takambang jadi guru”. Belajar di luar tembok adalah tradisi yang membentuk fondasi bangsa ini.”















