
TBM Ronaa Gelar Karya Mendongeng dan Membaca Nyaring dalam Festival Kampung Literasi Metro 2024
Salam sejahtera dan salam bahagia Sobat Mina
Tabik Pun!
[Metro, 10 Oktober 2024] Dalam rangka mewujudkan dukungan pemerintah bagi komunitas literasi melalui program Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Ronaa sukses menyelenggarakan acara Diseminasi bertajuk Gelar Karya Mendongeng dan Membaca Nyaring sebagai bagian dari rangkaian Festival Kampung Literasi Metro 2024.
GELAR KARYA – FLKM 2024 oleh Pustekom PKBM RonaaKegiatan ini dilaksanakan sebagai lanjutan Pendampingan Seminar Literasi dini, dengan melibatkan 10 penampil, yang terdiri dari 5 pendongeng dan 5 peserta Membaca Nyaring. Setiap penampilan membawa cerita yang beragam, serta menampilkan keterampilan mendongeng dan membaca yang menyenangkan bagi seluruh kalangan, khususnya anak-anak TK yang Hadir.
Program ini tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai bentuk diseminasi dari bantuan pemerintah untuk mendukung pengembangan kopetensi dan literasi di daerah.
Menurut Andi Siswanto selaku Ketua Pelaksana, Diharapkan, kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat membaca dan berkarya di tengah masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi komunitas literasi lainnya untuk terus bergerak bersama dalam meningkatkan kecakapan literasi di Indonesia.
TBM Ronaa berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung literasi lokal, dan melalui program-program seperti ini, mereka ingin memastikan bahwa budaya membaca dan mendongeng tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.[Amin]
Dikelola Oleh Bidang Humas
Program Literasi Masyarakat
Program : @badanbahasakemendikbud
Penerima : @tbmronaa
Dikelola : @festivalkampungliterasimetro
Dukungan : @forum_tbm
Baca Juga :
TBM Ronaa Gelar Karya Mendongeng dan Membaca Nyaring dalam Festival Kampung Literasi Metro 2024. Aspirasiku.id
Artikel lainnya :
- Ramadhan 1447 H – Ketika Perut Kosong, Pikiran Liar, dan Kita Semua Jadi Filsuf Dadakan“Sahur itu ibarat sidang kabinet: ada yang serius, ada yang pura-pura dengar, dan ada yang tidur. Lalu saat adzan Maghrib, terjadi kudeta lunak—perut mengambil alih kekuasaan. Jangan-jangan, selama ini kita hanya korban dari konspirasi kolak dan takjil? Kalau begitu, saatnya otak kita kudeta juga: isi dengan ilmu digital, agar lapar ini punya arti.”
- Keutamaan Malam Nisfu SyabanNisfu Syaban
- Kiprah Tri Sujarwo dalam Pelestarian Bahasa Daerah melalui Dongeng dalam Rilis Surat Kabar KOMPASDongeng adalah dekonstruksi keakraban, ia mengembalikan anak pada bahasa ibunya, dan bahasa pada ingatan kolektif yang terlupakan.
- TBM RONAA Ikuti Workshop Pemanfaatan Gim Papan untuk Penguatan Pendidikan Interaktif di Lampung TengahDalam mekanisme permainan, terdapat cermin bagaimana kita belajar tentang aturan, pilihan, konsekuensi, dan kerja sama—inti dari bagaimana kita memahami dan mengarungi kehidupan yang lebih luas
- Mendekonstruksi Pemasaran. Workshop yang Menjawab “Mengapa” Sebelum “Bagaimana”Peran guru SMK dalam mencetak ‘filsuf-filsuf praktis’ yang menguasai cara kerja mesin-mesin ekonomi digital














