
TBM RONAA Ikuti Workshop Pemanfaatan Gim Papan untuk Penguatan Pendidikan Interaktif di Lampung Tengah
Salam sejahtera dan salam bahagia Sobat Mina
Tabik Pun
TBM RONAA mengikuti kegiatan Workshop Pemanfaatan Gim Papan (Board Game) sebagai Penguatan Pendidikan yang Interaktif dan Partisipatif yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Gim pada Kamis, 4 Desember 2025 di BBC Hotel Bandar Jaya, Lampung Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai unsur komunitas, guru, dan pegiat literasi.
GIM BOARD 2025 oleh Pustekom RLCSWorkshop ini dibuka oleh perwakilan Kemenparekraf bersama jajaran pemerintah daerah Lampung Tengah. Dalam sesi pembukaan, penyelenggara menekankan pentingnya menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih variatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penggunaan gim papan menjadi salah satu alternatif yang diperkenalkan untuk mendukung interaksi dan partisipasi peserta didik.
Setelah pembukaan, peserta mengikuti dua sesi materi. Sesi pertama memberikan pengenalan konsep gim papan untuk pendidikan, membahas cara kerja mekanisme permainan dan bagaimana elemen tersebut dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar. Sesi kedua berfokus pada penerapan gim papan dalam berbagai konteks pembelajaran, termasuk contoh praktik yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan peserta.
Bagi TBM RONAA, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari pendekatan lain dalam aktivitas literasi yang selama ini dijalankan bersama anak dan remaja. Materi workshop memberikan tambahan wawasan mengenai pemanfaatan permainan sebagai salah satu opsi pendukung kegiatan belajar, terutama untuk kegiatan yang membutuhkan interaksi langsung dalam kelompok kecil.
Informasi yang diperoleh akan ditinjau lebih lanjut oleh TBM RONAA untuk melihat kemungkinan penerapannya dalam program-program yang sudah berjalan. Keikutsertaan ini juga membuka ruang bagi TBM RONAA untuk mempertimbangkan beberapa metode baru yang dapat dicoba dalam kegiatan pembelajaran tematik, kelas kreatif, maupun kegiatan keluarga membaca.
Dengan mengikuti workshop ini, TBM RONAA memperoleh referensi tambahan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan agenda kegiatan di tingkat komunitas, sesuai kebutuhan peserta dan kondisi lapangan
Artikel lainnya :














