
Penelitian Cyber Security di PKBM Ronaa oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro Fakultas Ilmu Komputer
Pada hari Senin, 8 Juli 2024, di Kota Metro, sebuah penelitian penting dilakukan oleh tiga mahasiswa berbakat dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muhammadiyah Metro. Penelitian ini dipimpin oleh Lutfi Fian Alghifari, bersama dua rekannya, yang memfokuskan diri pada sistem informasi dan jaringan di Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ronaa Metro. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan meningkatkan keamanan siber pada jaringan koneksi internet di lembaga tersebut. Keamanan siber menjadi isu yang semakin mendesak di era digital saat ini, terutama di institusi pendidikan yang sering menjadi target serangan siber.

Lutfi Fian Alghifari dan timnya memilih SPNF PKBM Ronaa Metro sebagai objek penelitian karena lembaga ini memiliki peran vital dalam menyediakan pendidikan bagi masyarakat yang tidak mampu mengakses pendidikan formal. PKBM Ronaa Metro telah memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang proses belajar mengajar, sehingga keberadaan jaringan internet yang aman menjadi sangat penting. Tim peneliti menyadari bahwa sistem informasi yang aman dapat mencegah berbagai ancaman, seperti pencurian data dan serangan malware, yang dapat mengganggu aktivitas pendidikan di PKBM tersebut.
Dalam penelitian mereka, Lutfi dan timnya menggunakan metode analisis risiko dan uji penetrasi untuk mengidentifikasi celah keamanan pada jaringan internet SPNF PKBM Ronaa Metro. Mereka mengawali dengan melakukan survei dan wawancara dengan Amin Budi Utomo, S.Pd selaku Tutor Kesetaraan di SPNF. PKBM Ronaa Metro serta warga belajar sebagai pengguna jaringan untuk memahami kebiasaan penggunaan dan potensi titik lemah. Hasil dari survei ini kemudian dianalisis untuk menentukan strategi peningkatan keamanan yang paling efektif. Selain itu, mereka juga melakukan simulasi serangan siber untuk menguji ketahanan sistem terhadap berbagai jenis ancaman.

Temuan awal dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa kelemahan kritis dalam konfigurasi jaringan dan praktik keamanan yang diterapkan di PKBM Ronaa Metro. Misalnya, penggunaan kata sandi yang lemah dan kurangnya pembaruan perangkat lunak keamanan menjadi salah satu faktor risiko utama. Untuk mengatasi masalah ini, tim peneliti merekomendasikan beberapa langkah perbaikan, seperti penggunaan sistem autentikasi yang lebih kuat, peningkatan kesadaran keamanan siber bagi staf dan warga belajar, serta implementasi sistem pemantauan jaringan yang lebih canggih.
Penelitian ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi SPNF PKBM Ronaa Metro, tetapi juga memiliki implikasi yang lebih luas bagi lembaga pendidikan lainnya. Dengan meningkatkan keamanan siber, lembaga-lembaga ini dapat lebih fokus pada tujuan utama mereka, yaitu menyediakan pendidikan berkualitas bagi masyarakat. Lutfi Fian Alghifari dan timnya berharap bahwa hasil penelitian mereka dapat menjadi contoh dan motivasi bagi institusi pendidikan lain untuk meningkatkan keamanan siber mereka. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia akademis dan praktisi di lapangan dapat menghasilkan solusi yang nyata dan berdampak positif bagi masyarakat. [Mina]
Artikel lainnya :
- Kampus, Perubahan, dan Proses Menjadi Manusia yang Utuh“Menjadi kuat bukan berarti tahu segalanya atau tak pernah hancur. Kekuatan adalah kemampuan untuk bangkit lagi.”
- UPK 2026 PKBM : Komitmen Meningkatkan Kualitas Pendidikan KesetaraanPeningkatan mutu pendidikan nonformal.
- PKBM Bukan Kampung Dungu. Menepis Stereotip dengan Logika, Bukan Gengsi IjazahStunting, PKBM, dan Nasib: Selamat Datang di Sirkus Bonus Demografi ala Indonesia
- Kolaborasi “Berembuk Rasa Jilid II” Hadirkan Dua Pementasan Teater di Kota Metro, Sanggar Kakasi Sampaikan Apresiasi“Berembuk Rasa Jilid II bukan sekadar panggung pertunjukan, tetapi ruang hidup bagi ide, rasa, dan kolaborasi yang menjaga napas teater tetap menyala di Kota Metro.”
- April 2026. Peringatan untuk Pejuang Kejar Paket A, B, C – Jangan Sampai Informasi Ujian Pendidikan Kesetaraan Terputus!“Dalam pendidikan kesetaraan, informasi adalah nadi. Terputusnya informasi dari sekolah sama saja memutus nafas perjuanganmu. Garis bawahi tanggal, jadwal, dan lokasi ujian Paket A, Paket B, Paket C. jadikan itu sebagai peta menuju kelulusan.”














