
PKBM Nusantara Sukses Gelar Festival Literasi Sekecamatan Metro Barat
[Metro, 1 Juni 2023] Dalam Rangka Memperingati Harlah Ke 12 PKBM Nusantara Gelar Acara Festival Literasi. Dalam Kegiatan Tersebut Diisi Kegiatan yaitu, Lomba Mewarnai Tingkat PAUD, Sekecamatan Metro Barat, Penampilan Tari, dan Hafalan Surat Pendek. Sekaligus Wisuda dan Perayaan Harlah ke 12 Tahun PKBM Nusantara.Hadir Pada Kegiatan Tersebut, Ibu Evi selaku Bunda Literasi Kec. Metro Barat, Ibu Erliyanti Kabid PAUD DIKMAS, serta Ibu Hindun Kasie PAUD DISDIKBUD Kota Metro.










Acara Berlangsung Satu Hari, dan Meriah. Sambutan Disampaikan Kepala PKBM Nusantara Ibu Siti Ropiah., S. Pd. Lalu Kegiatan di Buka Langsung Oleh Kabid PAUD DIKMAS, Dan Dihadiri Para Wali Siswa, Peserta, Serta Komunitas Literasi di Metro Barat.
Festival Literasi memiliki urgensi yang tinggi dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan. Berikut ini beberapa alasan mengapa festival literasi penting dalam membangun kesadaran dan perhatian terhadap pendidikan:
- Memperkuat kesadaran akan pentingnya pendidikan: Festival literasi memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memahami dan mengapresiasi pentingnya pendidikan dalam kehidupan mereka. Melalui berbagai acara dan kegiatan yang berkaitan dengan literasi, seperti diskusi, seminar, pameran buku, dan pertunjukan seni, festival ini dapat menggugah kesadaran masyarakat akan manfaat pendidikan dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.
- Mendorong minat baca dan menulis: Festival literasi dapat menginspirasi masyarakat untuk membaca dan menulis lebih aktif. Dengan menghadirkan penulis terkenal, peluncuran buku, dan lokakarya menulis, festival ini menciptakan lingkungan yang mempromosikan budaya membaca dan menulis. Hal ini dapat merangsang minat masyarakat untuk menjelajahi dunia literasi, membaca buku, menulis cerita, dan mengembangkan keterampilan komunikasi mereka.
- Membangun komunitas pembelajaran: Festival literasi menjadi wadah untuk membangun komunitas pembelajaran yang berkelanjutan. Melalui diskusi, pertemuan, dan kolaborasi antara penulis, pembaca, pendidik, dan pelajar, festival ini memungkinkan pertukaran ide, pemikiran, dan pengalaman. Dengan adanya komunitas pembelajaran yang kuat, masyarakat dapat saling mendukung dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
- Menghadirkan model peran: Dalam festival literasi, penulis, pembaca berpengalaman, dan tokoh-tokoh terkait pendidikan dapat menjadi model peran bagi masyarakat. Ketika masyarakat melihat dan mendengar langsung dari mereka yang telah berhasil melalui pendidikan dan literasi, mereka akan termotivasi dan terinspirasi untuk mengikuti jejak mereka. Hal ini dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan membantu mereka melihat potensi yang ada dalam diri mereka sendiri.
- Memperluas akses terhadap literasi: Festival literasi juga berperan penting dalam meningkatkan aksesibilitas terhadap literasi. Dengan menyelenggarakan festival di berbagai tempat, seperti perpustakaan, sekolah, atau pusat komunitas, festival ini dapat mencapai berbagai lapisan masyarakat. Dengan memperluas akses dan partisipasi masyarakat dalam festival literasi, lebih banyak individu akan memiliki kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan literasi dan merasakan manfaatnya.
Dengan menggabungkan elemen pendidikan, seni, budaya, dan komunitas, Festival Literasi menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan. Melalui festival ini, kesadaran dan minat masyarakat terhadap literasi dapat ditingkatkan, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan
Festival Literasi merupakan praktik baik pendidikan literasi dari beberapa Satuan Pendidikan Non Formal dan Informal yang tergabung dalam wadah Sakai Sambaiyan, yakni SPNF. PKBM Ronaa Kota Metro, SPNF. PKBM Kusuma Bangsa Lampung Timur, SPNF. PKBM Nusantara Kota Metro, SPNF. PKBM Lima warna Lampung Tengah dan LKP Komunitas Ruang Piojok Kota Metro serta di dukung Relawan Literasi yang ada di Propinsi Lampung.
Editor : Amin Budi Utomo
Dokumentasi : Kampung Literasi Metro
Artikel Lainnya :
- TBM Ronaa Terima Kunjungan Penerbit Buku Intan PariwaraSinergi penerbit, TBM, dan PKBM ibarat jembatan kata: saat dibangun bersama, jurang antara pengetahuan dan komunitas runtuh.
- Kiprah Tri Sujarwo dalam Pelestarian Bahasa Daerah melalui Dongeng dalam Rilis Surat Kabar KOMPASDongeng adalah dekonstruksi keakraban, ia mengembalikan anak pada bahasa ibunya, dan bahasa pada ingatan kolektif yang terlupakan.
- PCNU Kota Metro Gelar Lomba Menulis Cerpen serta Cipta dan Baca Puisi Pelajar Sekota MetroMengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia
- TBM Ronaa Metro Jadi Narasumber pada Lokakarya Pengembangan Program Penggerak Literasi Provinsi LampungSinergi dalam literasi bukan soal siapa yang memimpin, melainkan siapa yang bersedia berjalan bersama
- Mendekonstruksi Pemasaran. Workshop yang Menjawab “Mengapa” Sebelum “Bagaimana”Peran guru SMK dalam mencetak ‘filsuf-filsuf praktis’ yang menguasai cara kerja mesin-mesin ekonomi digital














