
Relawan TIK Kota Metro Selenggarakan Musyawarah Cabang Tahun 2022 di Kampung Literasi Metro
Tabik pun !
Metro, 16 Oktober 2022 – Relawan Tik Kota Metro resmi terbentuk setelah melaksanakan musyawarah cabang yang pertama. Kegiatan dilaksanakan di Kampung Literasi Metro, dengan dihadiri dari para relawan digital, pegiat literasi, akademisi, guru, dan para anak muda potensial di Kota Metro.




Pada acara tersebut hadir pula Ketua Wilayah Relawan TIK Provinsi Lampung Rifky Indrawan S.E., sekaligus membuka acara Musyawarah Cabang di Kota Metro.
Dalam sambutanya, beliau menyampaikan bahwa, “Kehadiran Relawan TIK di Kota Metro, membantu sekali bagi masyarakat dalam menangkal Isu/Berita HOAX, regenerasi harus dilakukan untuk keberlanjutan Organisasi”.

Dalam kegiatan tersebut, terpilihlah Andi Siswanto, S.E, sebagai ketua Relawan TIK Kota Metro, secara aklamasi. Ia siap menjalankan amanah organisasi sampai 5 Tahun mendatang. [Tim Kreatif]
Artikel lainnya :
- Kiprah Tri Sujarwo dalam Pelestarian Bahasa Daerah melalui Dongeng dalam Rilis Surat Kabar KOMPASDongeng adalah dekonstruksi keakraban, ia mengembalikan anak pada bahasa ibunya, dan bahasa pada ingatan kolektif yang terlupakan.
- Mendekonstruksi Pemasaran. Workshop yang Menjawab “Mengapa” Sebelum “Bagaimana”Peran guru SMK dalam mencetak ‘filsuf-filsuf praktis’ yang menguasai cara kerja mesin-mesin ekonomi digital
- Festival Kampung Literasi Metro 2025 – Estetika sebagai Jalan Literasi, Menghayati yang Sublim dalam Puisi dan GerabahFestival ini adalah kritik terhadap dikotomi ilmu. Di sini, ilmu humaniora yang abstrak (puisi) dan ketrampilan tangan yang konkret (gerabah) berdialektika, menciptakan sintesis pengetahuan yang utuh dan membebaskan
- Kampung Literasi Metro Ikut Gerakan Kawasan Gaharu Lampung, Kolaborasi Ashoka Indonesia Bangun Ekosistem Pembaharu35 penggerak lintas generasi dan lintas iman mengikuti Workshop Penggerak Kawasan Gaharu Lampung
- Tutor PKBM Ronaa Ikuti Webinar Nasional Seri 2 HAI 2025: Belajar Membangun Ekosistem Literasi BerkelanjutanAgen perubahan terkuat seringkali berasal dari dalam komunitas itu sendiri. Mereka yang memahami realitas lokal secara mendalam memiliki kekuatan untuk memberdayakan dan menggerakkan masyarakat menuju kemandirian














