
Alumni Diktara untuk Negeri
[Metro, 10 November 2022] Dalam upaya memenuhi ketercapaian program layanan sekolah kesetaraan, peserta belajar lakukan kunjungan dan pengambilan ijazah sesuai jadwal yang telah di tentukan oleh pihak sekolah








Program Belajar Pendidikan Kesetaraan adalah program untuk memberikan layanan bagi anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah atau orang dewasa yang belum pernah memiliki kesempatan untuk belajar di pendidikan formal pada masa dia usia sekolahnya.
Pendidikan Kesetaraan PKBM Ronaa sebagai penyelenggara sekolah nonformal merupakan salah satu program layanan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus yang diberikan kepada masyarakat, juga memiliki tugas yang sejajar dengan pendidikan formal.
Saat ini, Pendidikan nonformal dalam hal ini pendidikan kesetaraan tidak lagi sebagai penambah, pengganti, dan pelengkap pendidikan formal, tapi pendidikan kesetaraan merupakan pendidikan alternatif atau pilihan bagi peserta belajar. Peserta belajar pendidikan kesetaraan tidak hanya dari masyarakat yang putus sekolah dan putus lanjut di jenjang pendidikan.

Banyak masyarakat yang memilih pendidikan kesetaraan sebagai pendidikan alternatif, karena lebih vareatif dan fleksibel dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. [Pai]
Tim Kreatif PKBM Ronaa
Foto : Rika
Artikel lainnya :
- Pengangguran dan Tantangan Dunia Kerja di Era Modern“Suatu hari nanti, kamu akan melihat bahwa perjuangan yang pernah terasa berat ternyata membentuk dirimu menjadi lebih kuat”
- Ancaman Hilangnya Permainan Tradisional di Era Digital“Ketika jalan terasa berat, ingatlah alasan mengapa kamu memulainya”
- TBM Ronaa Hadiri Festival Literasi Lampung 2026Festival Literasi Lampung 2026 menegaskan arah pengembangan perpustakaan yang lebih terbuka dan relevan dengan masyarakat.
- Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem di Indonesia“Masa depan tidak ditentukan oleh keberuntungan, melainkan oleh keberanian untuk terus melangkah hari ini”
- Antara Kemajuan dan Tantangan Generasi Modern“Mimpi besar membutuhkan keberanian besar. Masa depan tidak dibangun oleh keraguan, tetapi oleh tindakan”















