
Forum TBM Lampung Adakan Konsolidasi Penguatan Literasi di Kantor Badan Bahasa Provinsi Lampung
Salam Bahagia dan Salam Sejahtera Sobat Mina.
Tabik Pun!
Bandar Lampung 3 Oktober 2024 – Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Provinsi Lampung mengadakan pertemuan penting untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi dalam rangka penguatan literasi di wilayah Lampung. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Badan Bahasa Provinsi Lampung ini dihadiri oleh beberapa perwakilan TBM, termasuk TBM Ronaa Metro. Dengan suasana serius tapi santai, forum ini membahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat gerakan literasi di daerah, dengan fokus pada peningkatan akses dan kualitas bahan bacaan di masyarakat.

Pada pertemuan tersebut, berbagai inisiatif dan program yang berkaitan dengan penguatan literasi di komunitas lokal dibahas secara mendalam. Forum TBM dan Badan Bahasa sepakat untuk berkolaborasi dalam mengembangkan berbagai kegiatan yang dapat mendorong minat baca dan kemampuan literasi masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil. TBM Ronaa, sebagai salah satu TBM yang aktif di Kota Metro, turut serta menyampaikan pandangan dan usulannya terkait program literasi yang dapat memperkuat jaringan kerja sama antar TBM di Lampung. Pertemuan ini juga menjadi ajang bagi para pengelola TBM untuk berbagi pengalaman dan strategi dalam menghadapi tantangan literasi di lapangan.
Kunjungan ini tidak hanya mempererat hubungan antara Forum TBM dan Badan Bahasa, tetapi juga menjadi momentum penting dalam merumuskan langkah bersama untuk mendorong terciptanya masyarakat yang lebih literat. Dengan semangat kolaborasi yang kuat, diharapkan hasil dari pertemuan ini dapat segera diimplementasikan dalam bentuk program-program nyata yang berdampak positif bagi masyarakat. Kehadiran TBM Ronaa dan TBM perwakilan lainnya menjadi bukti bahwa gerakan literasi di Lampung semakin solid dan terorganisir, siap untuk menghadapi tantangan literasi ke depan. [Mina]
Artikel lainnya :
- Implikasi kebijakan PJJ bagi pendidikan nonformal dan kesetaraan.Beredar kabar bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kembali diberlakukan untuk semua jenjang pendidikan pada tahun 2026. Benarkah demikian? Faktanya, Kemendikdasmen hanya meluncurkan program PJJ terbatas bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) usia 16–18 tahun yang tersebar di 34 provinsi, bukan untuk seluruh siswa SD, SMP, atau SMA. Sementara untuk perguruan tinggi, Kemendiktisaintek mewajibkan mahasiswa semester 5 ke atas belajar daring dengan alasan efisiensi energi. Tidak ada kebijakan PJJ universal untuk semua. Artikel ini akan memberikan pemahaman yang jelas dan berdasarkan sumber terbaru bagi penyelenggara pendidikan dan masyarakat, terutama yang bergerak di jalur pendidikan nonformal.
- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) PKBM RONAA Metro Tahun Pelajaran 2025/2026“Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai penilaian akhir program studi kesetaraan di PKBM RONAA Metro. Evaluasi komprehensif bagi warga belajar Paket C SMA Kelas XII Tingkat 6, Paket B SMP Kelas IX Tingkat 5, dan Paket A SD Kelas VI Tingkat 2 dalam menyelesaikan jenjang pendidikan non formal.”
- Kampus, Perubahan, dan Proses Menjadi Manusia yang Utuh“Menjadi kuat bukan berarti tahu segalanya atau tak pernah hancur. Kekuatan adalah kemampuan untuk bangkit lagi.”
- UPK 2026 PKBM : Komitmen Meningkatkan Kualitas Pendidikan KesetaraanPeningkatan mutu pendidikan nonformal.
- PKBM Bukan Kampung Dungu. Menepis Stereotip dengan Logika, Bukan Gengsi IjazahStunting, PKBM, dan Nasib: Selamat Datang di Sirkus Bonus Demografi ala Indonesia














