TBM RONAA Ikuti Future Entrepreneurs Workshop
Upaya peningkatan kapasitas relawan dalam memperkuat soft skill di bidang pengelolaan informasi dan konten digital
Upaya peningkatan kapasitas relawan dalam memperkuat soft skill di bidang pengelolaan informasi dan konten digital
“Pendidikan bukan tentang mencetak orang yang patuh, tetapi melahirkan manusia yang mampu berpikir.”
“Kesuksesan bukan tentang seberapa cepat kamu sampai, tetapi seberapa konsisten kamu melangkah.”
Mengupas garis tipis antara berpikir tajam dan berpikir tersesat, dengan analogi arsitek vs monyet pikiran.
“Kebersamaan dalam tilawah tidak hanya melantunkan ayat, tetapi juga merajut ukhuwah dan keberkahan.”
“Sahur itu ibarat sidang kabinet: ada yang serius, ada yang pura-pura dengar, dan ada yang tidur. Lalu saat adzan Maghrib, terjadi kudeta lunak—perut mengambil alih kekuasaan. Jangan-jangan, selama ini kita hanya korban dari konspirasi kolak dan takjil? Kalau begitu, saatnya otak kita kudeta juga: isi dengan ilmu digital, agar lapar ini punya arti.”
“Kau bisa nongkrong sampai azan berkumandang. Atau kau bisa mendesain sesuatu yang membuat azan esok pagi tidak terasa seperti alarm biasa.”
Senam dan bulu tangkis hanyalah gerak, tetapi kebersamaanlah yang membuatnya menjadi budaya
Sinergi penerbit, TBM, dan PKBM ibarat jembatan kata: saat dibangun bersama, jurang antara pengetahuan dan komunitas runtuh.
Dongeng adalah dekonstruksi keakraban, ia mengembalikan anak pada bahasa ibunya, dan bahasa pada ingatan kolektif yang terlupakan.
Ini bukan sekadar belajar tata bahasa atau teknik menulis. “Ngaji Bahasa” adalah sebuah pendalaman.
Kontroversi libur sekolah 2025 – larangan PR berlebihan sebagai bentuk perlawanan terhadap pendidikan yang terlalu instrumental.




| S | S | R | K | J | S | M |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | |||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | |












Komentar Terbaru