
Sosialisasi Penanganan Kekerasan di Media Sosial
Salam sehat dan salam sejahtera selalu sahabat diktara
Tabik pun!
Bandar Lampung, 27 – 28 September 2022, PKBM Ronaa di beri kepercayaan untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi akan pentingnya pencegahan KBGO (Kekerasan Berbasis Gender On Line). Pada kali ini Tutor PKBM Ronaa Mister Andi Siswanto dan Miss Rika Seftiani yang tergabung dalam Relawan TIK dari Kota Metro ikut mensukseskan acara dan menjadi peserta mewakili Kota Metro dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Hotel Novotel Bandar Lampung

Acara workshop yang di gawangi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Deputi Bidang Perindungan Hak Perempuan, berkolaborasi dengan SAFEnet itu sendiri dalam rangka mensosialisasikan akan pentingnya penanganan kekerasan di media online.
Dengan Mengambil Tema :
“Pengembangan Kapasitas UPTD dan Pengada Layanan tentang Barang Bukti Dokumen Elektronik/Informasi Elektronik dalam Penanganan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)”
Dalam hal ini Kementerian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, RI yang berkolaborasi dengan SAFEnet mengundang UPTD baik yang berada di Provinsi maupun Kota/Kabupaten. Berikut dibawah data peserta undangan pada acara tersebut diatas :
Provinsi Lampung
- Kepala UPTD PPPA Provinsi Lampung (3 orang)
- Kepala Bidang/JF Madya yang membidangi urusan Perlindungan Perempuan Provinsi Lampung (1 Orang)
- Kepala Bidang/JF Madya yang membidangi urusan Perlindungan Anak Provinsi Lampung (1 orang)
- Kepala Bidang/JF Madya yang membidangi urusan Komunikasi dan Informatika Provinsi Lampung (2 Orang)
- Pengada Layanan Provinsi Lampung (2 orang)
- Kepala UPPA Polda Provinsi Lampung (2 orang)
- Penyidik Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung (2 orang)
- Lembaga Bantuan Hukum Provinsi Lampung (2 orang)
Bandar Lampung
- Kepala UPTD PPPA Kota Lampung (3 orang)
- Kepala Bidang/JF Madya yang membidangi urusan Perlindungan Perempuan Kota Lampung (1 Orang)
- Kepala Bidang/JF Madya yang membidangi urusan Perlindungan Anak Kota Lampung (1 orang)
- Kepala Bidang/JF Madya yang membidangi urusan Komunikasi dan Informatika Kota Lampung (1 Orang)
- Kepala UPPA Polres Kota Lampung (2 orang)
- Penyidik pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polres Kota Lampung (2 orang)
- Pengada Layanan Kota Lampung (2 orang)
- Lembaga Bantuan Hukum Kota Lampung (2 orang)
- DAMAR Lampung (1 orang)
- LADA Lampung (1 orang)
- Solidaritas Perempuan Sebay (1 orang)
- Serikat Perempuan Bandar Lampung (1 orang)
- Lembaga Rumah Perempuan dan Anak (1 orang)
- Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (1 orang)
- Relawan TIK Kota Lampung (2 Orang)
Kota Metro
- Kepala UPTD PPPA Kota Metro (3 orang)
- Kepala Bidang/JF Madya yang membidangi urusan Perlindungan Perempuan Kota Metro (1 Orang)
- Kepala Bidang/JF Madya yang membidangi urusan Perlindungan Anak Kota Metro (1 orang)
- Kepala Bidang/JF Madya yang membidangi urusan Komunikasi dan Informatika Kota Metro (1 Orang)
- Kepala UPPA Polres Kota Metro (2 orang)
- Penyidik Reserse Kriminal Umum Polres Kota Metro (2 orang)
- Pengada Layanan Kota Metro (2 orang)
- Lembaga Bantuan Hukum Kota Metro (2 orang)
- Rumah Perempuan dan Anak Kota Metro (1 orang)
- Relawan TIK Kota Metro (2 Orang)
Demikian informasi kegiatan yang telah diikuti [Andi]
Artikel Lainnya ;
- Konsistensi, Kompetensi, dan Normalisasi Kemalasan – Ketika Idealisme Menjadi Topeng Malas Berpikir“Jangan jadikan agama, seni, atau ideologi sebagai tameng kemalasan. Yang benar sejati tidak butuh pembelaan; ia hanya butuh dibuktikan.”
- Proses yang Tak Bisa Ditawar : Polemik Pendidikan Instan dan Fleksibilitas yang Disalahpahami“Proses tetap, model menyesuaikan. Itu bukan kekakuan, melainkan bentuk dukungan paling konkret dari negara.”
- Menghadapi Perubahan Zaman di Tengah Ketidakpastian Global“Masa perjuangan adalah tempat kita belajar, tumbuh, dan menemukan seberapa kuat diri kita sebenarnya”
- Hari Aksara dan Gerakan Akar Rumput. Ronaa, Literasi, dan Masyarakat Pembelajar Sepanjang Hayat“Keberhasilan literasi bukan dari kemeriahan peringatan, melainkan dari perubahan hidup masyarakat.”
- Ketika Darurat Jadi Rutinitas, Hybrid Learning dan Siap Tidak Siap di Negeri Cincin Api“Hybrid bukan mode darurat, tapi cara hidup di negeri yang gempa dan abu vulkanik adalah tetangga lama.”















