
Direktorat PMPK. KEMDIKBUD RISTEK RI gandeng Kampung Literasi Metro jadi Narasumber Webinar Pengembangan Literasi Masyarakat di Era Digital #episode 5
Salam sejahtera dan Salam Bahagia Sahabat Diktara
Tabik pun!
[Jakarta, 9 Agustus 2022] – Demi menunjang percepatan pengembangan Literasi di Masyarakat Direktorat PMPK Menggelar Webinar Pengembangan Literasi Masyarakat di Era Digital. Kegiatan dilaksanakan secara virtual. Dengan mengangkat Tema “Konsep dan Praktik Pengembangan Kampung Literasi”

Pada kegiatan webinar kali ini menghadirkan narasumber dari Dit PMPK serta penyelenggara Kampung Literasi antara Lain :
- Dr. Cecep Suryana, MM.
(Kapokja Kemitraan Daerah dan Pemberdayaan Komunitas Dit. PMPK, Kemdikbudristek) - Wiwik Subandiah
(TBM Alam Riang, Kampung Literasi Pesantren Alam Jombang, Jawa Timur) - Faiz Ahsoul
(Pegiat Literasi, Komunitas Buku Jogja) - Amin Budi Utomo
(TBM Ronaa, Kampung Literasi Metro, Lampung)
Kegiatan Webinar dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Agustus 2022. Pukul 12.30 – 16.00 WIB.
KEGIATAN WEBINAR
Jalanya acara diskusi di moderatori oleh Aris Munandar (Pengurus Pusat Forum TBM ) dengan Anisa Cahya Utami (TBM Perbatasan Indonesia) sebagai pembawa acara.
Kegiatan dibuka oleh Mba Wiwik dari TBM Alam Riang yang memaparkan Gerakan Literasi di Kampung Literasi Pesantren Alam pada transformasi gerakan lingkungan yang menjadi picu utama gerakan. Dengan memetakan potensi 6 literasi dasar yang ada di Desa Pesantren di Kabupaten Jombang.
Lalu dilanjutkan oleh Kak Amin Budi Utomo dari Kampung Literasi Metro, yang memaparkan potensi Kampung Literasi di daerah perkotaan selain bonus demografi serta typografi wilayah. Kondisi masyarakat yang heterogen dan kondisi lingkungan urban. Mencoba gerakan literasi dengan pengembangan SDM di bidang vokasi. Kebutuhan masyarakat kota yang mulai pragmatis perlu di dukung SDM yang handal. Tantangan literasi dimasa depan adalah mampu menumbuhkan jiwa kemandirian bagi seseorang. Solusi nya dengan peningkatan life skill dirasa perlu untuk mendukung gerakan literasi di Kota Metro.
Pembahasan semakin intim ketika Mas Fais Ahsoul dari Komunitas Buku Jogja memaparkan gerakan Kampung Literasi secara holistik. Menurutnya Konsep dan praktik pengembangan Kampung Literasi
Perlu “MENUMBUH DAN MEMBUMI”. Beliau memetakan Indonesia dalam kampung yang terbagi menjadi 4 yaitu Kampung Urban Perkotaan, Kampung Agraris, Kampung Industri Urban, serta Kampung Nelayan. Imaji komunal kampung tentang konsep relasi dengan Tuhan, Manusia, dan Alam serta modal Gerakan Literasi dimana ada Daya Manusia, Daya Data, dan Daya Dana yang menuju pada kepercayaan/Trust secara publik.
Pada sesi tanya jawab salah satu penanya dari Rumah Literasi Keluarga, menanyakan bagaimana tata cara pembuatan TBM dan pengelolaanya. Pertanyaan itu pun di sambut oleh Dr. Cecep Suryana, MM. selaku Kapokja Kemitraan Daerah dan Pemberdayaan Komunitas Dit. PMPK, Kemdikbudristek RI yang Memaparkan “KONSEP DAN KEBIJAKAN KAMPUNG LITERASI DALAM RANGKA PENINGKATAN EFEKTIVITAS LAYANAN TBM“
Pemerintah melalui Kemdikbudristek RI mendorong perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan di bidang standar dan penjaminan mutu, penyusunan norma, prosedur, dan kriteria (NSPK), fasilitasi penyelenggaraan, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan melalui Pendidikan keaksaraan, pendidikan kesetaraan, pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus pada Pendidikan khusus, pendidikan inklusi, dan unit layanan disabilitas pendidikan. penyiapan pemberian izin penyelenggaraan satuan Pendidikan khusus yang diselenggarakan perwakilan negara asing atau Lembaga asing dan urusan ketatausahaan Direktorat.
Diharapkan kerja literasi terus digulirkan guna mendorong terwujudnya masyarakat yang melek literasi di era saat ini dan selanjutnya.
Sedangkan Aris Munandar selaku Pengurus Pusat Forum TBM dan Host Pada Webinar tersebut dengan pemaparan Program TBM. beliau mengajak semua peserta yang sudah mempunyai TBM untuk segera mendaftar keanggotaan di Forum TBM yang sudah disediakan pada halaman resmi website Forum TBM [Pai]
Baca Lainnya :
- Critical Thinking vs Overthinking. Bedanya Tipis, Akhirnya Jauh – Perspektif Filsafat Akal SehatMengupas garis tipis antara berpikir tajam dan berpikir tersesat, dengan analogi arsitek vs monyet pikiran.
- Border Space Banjarejo 2026 Hadirkan Diskusi Terbuka, Dorong Kolaborasi dan Literasi MasyarakatRonaa Learning Centre turut mendukung terselenggaranya kegiatan Border Space Banjarejo 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam mendorong kegiatan positif di tengah masyarakat.
- Implikasi kebijakan PJJ bagi pendidikan nonformal dan kesetaraan.Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kembali diberlakukan untuk semua jenjang pendidikan pada tahun 2026. Benarkah demikian?
- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) PKBM RONAA Metro Tahun Pelajaran 2025/2026“Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai penilaian akhir program studi kesetaraan di PKBM RONAA Metro. Evaluasi komprehensif bagi warga belajar Paket C SMA Kelas XII Tingkat 6, Paket B SMP Kelas IX Tingkat 5, dan Paket A SD Kelas VI Tingkat 2 dalam menyelesaikan jenjang pendidikan non formal.”
- Kampus, Perubahan, dan Proses Menjadi Manusia yang Utuh“Menjadi kuat bukan berarti tahu segalanya atau tak pernah hancur. Kekuatan adalah kemampuan untuk bangkit lagi.”















