MENGHIDUPKAN SIMPUL LITERASI KOTA METRO MELALUI DISKUSI LITERASI
“Diskusi dan kolaborasi yang berkelanjutan bukan hanya sebuah agenda, tetapi adalah napas dari setiap upaya membangun masyarakat yang cerdas dan berperadaban.”
“Diskusi dan kolaborasi yang berkelanjutan bukan hanya sebuah agenda, tetapi adalah napas dari setiap upaya membangun masyarakat yang cerdas dan berperadaban.”
“Literasi informasi adalah tameng di era digital; bekal untuk tidak hanya mengonsumsi informasi, tetapi juga mencernanya dengan bijak dan menyebarkannya dengan bertanggung jawab.”
“Akses literasi bukan soal kota atau desa, tapi soal kemauan membawa cahaya pengetahuan ke mana pun langkah kaki menjejak.”
“Literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan lentera yang menerangi jalan di tengah gelombang informasi. Seperti nelayan yang membutuhkan kompas, masyarakat butuh kecakapan digital untuk mengarungi samudera data tanpa tersesat.”
“Cerita anak bermuatan budaya itu kayak martabak: luarnya biasa, dalamnya meleleh penuh kejutan… tapi jangan sampai kepleset logika!”
Dari Buku ke Aksi – Merawat Kebijaksanaan di Tingkat Akar Rumput
“Sanggar Seni Budaya Kakasi turut melestarikan khazanah Lampung dengan mengikuti kegiatan ‘Menjaga Jejak, Merawat Warisan: Naskah Kuno Lampung Menuju IKON 2025’. Bersama kami, tradisi hidup, warisan abadi.”
“Meningkatkan Literasi Masyarakat Melalui Pengelolaan Perpustakaan yang Berkualitas di Simeulue dan Nagan Raya”
“Menggerakkan Literasi Melalui Diskusi Buku dan Keterlibatan Publik dalam Ruang Inspiratif” – Bersama Dispusarda Kota Metro
Situs ini menyimpan warisan megalitik yang lengkap dan tidak pernah tercatat oleh para peneliti kolonial terdahulu – Cagar Budaya Taman Purbakala Pugung Raharjo
Ilmu dari Bimtek ini ngebuka mindset banget! Kita jadi lebih paham cara nyari, ngecek, dan nyebarin info yang bener ke masyarakat. Pastinya makin semangat ngejalanin aktivitas literasi di TBM.
**”Kalau literasi warga belajar kuat, mereka bisa lebih mandiri dalam belajar dan makin pede beradaptasi di dunia kerja atau kehidupan sehari-hari.”** – Dr. Satria Wijaya, Pakar Pendidikan Nonformal.
TBM Ronaa berharap dapat menciptakan perubahan positif yang signifikan bagi masyarakat Kota Metro
Komentar Terbaru