
Kampung Literasi Metro Kunjungi Kantor Bahasa Provinsi Lampung
Salam sejahtera dan salam bahagia sahabat diktara
Tabik pun!
Bandar Lampung, 26 September 2022, Dalam rangka koordinasi program bersama di Kota Metro, Kampung Literasi Metro melakukan kunjungan ke Kantor Bahasa Provinsi Lampung.
Bertempat di gedung Kantor bahasa Provinsi Lampung, kami di sambut hangat oleh Ibu Desi Ari Pressanti selaku Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung dan bapak Agus Riyadi.

Kantor Bahasa Provinsi Lampung akan menggelar Bengkel Sastra pada awal Bulan Oktober 2022 mendatang dan dilaksanakan selama 2 hari kegiatan, serta diikuti berbagai komunitas dan pelajar SMA sederajat sebagai sasaran program.
Selesai kunjungan kami diajak berkeliling melihat fasilitas layanan perpustakaan dengan berbagai macam koleksi refrensi bacaan yang ada di Kantor Bahasa Provinsi Lampung serta melihat studio Siniar.
Momentum Bengkel Sastra kali ini pun juga bertepatan dengan peringatan Bulan Bahasa Tahun 2022 dan juga penguatan kegiatan literasi kepada masyarakat. [Pai]
Artikel lainnya :
- Konsistensi, Kompetensi, dan Normalisasi Kemalasan – Ketika Idealisme Menjadi Topeng Malas Berpikir“Jangan jadikan agama, seni, atau ideologi sebagai tameng kemalasan. Yang benar sejati tidak butuh pembelaan; ia hanya butuh dibuktikan.”
- Proses yang Tak Bisa Ditawar : Polemik Pendidikan Instan dan Fleksibilitas yang Disalahpahami“Proses tetap, model menyesuaikan. Itu bukan kekakuan, melainkan bentuk dukungan paling konkret dari negara.”
- Menghadapi Perubahan Zaman di Tengah Ketidakpastian Global“Masa perjuangan adalah tempat kita belajar, tumbuh, dan menemukan seberapa kuat diri kita sebenarnya”
- Hari Aksara dan Gerakan Akar Rumput. Ronaa, Literasi, dan Masyarakat Pembelajar Sepanjang Hayat“Keberhasilan literasi bukan dari kemeriahan peringatan, melainkan dari perubahan hidup masyarakat.”
- Ketika Darurat Jadi Rutinitas, Hybrid Learning dan Siap Tidak Siap di Negeri Cincin Api“Hybrid bukan mode darurat, tapi cara hidup di negeri yang gempa dan abu vulkanik adalah tetangga lama.”















